JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Mantan Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi bebas dari penjara setelah menerima rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto dan keluar dari Rutan Merah Putih KPK sekitar pukul 17.15 WIB pada Jumat 28 November 2025.
Ira menyampaikan beratnya malam-malam yang dijalaninya selama berada dalam ruang tahanan.
“Ternyata kita selama ini saya kurang bersyukur,” kata Ira saat syukuran di Jatiwarna, Kota Bekasi, Sabtu 29 November 2025.
Ira mengatakan dirinya melewati “the darkest night” selama berada dalam ruang tahanan.
Ia menjelaskan ruang tahanannya gelap tanpa jendela. Ira menyebut ruang itu berukuran kurang lebih 3×3 meter. Ia mengatakan dirinya ditempatkan sendirian selama tiga hari.
“Ya kalau seperti ini, kita mau lari ke mana?” ujar Ira.
Ia menyampaikan bahwa dalam masa itu dirinya hanya bisa berbicara kepada Tuhan. Ira mengaku sempat merasa harapannya tidak segera terkabul. Ia menyesal karena merasa telah mendikte Tuhan tentang jalan yang diharapkannya.
Ira mengatakan jalan pembebasannya diberikan melalui rehabilitasi dari Presiden. Ira menyampaikan bahwa pelayanan petugas Rutan KPK sangat baik.
“(Pelayanan) sangat baik, dan pelayanan petugas juga baik,” ujar Ira.
Dua mantan direktur ASDP lainnya yang juga menerima rehabilitasi, yaitu Harry Muhammad Adhi Caksono dan M Yusuf Hadi, menyampaikan hal serupa.
Adhi mengatakan KPK tetap memanusiakan para tahanan. Adhi menyebut hak beribadah, berolahraga, dan bersosialisasi tetap diberikan.
Ira menceritakan dirinya pertama kali mengetahui kabar rehabilitasi melalui siaran televisi di tahanan. Saat itu Ira sedang menunggu azan Magrib untuk berbuka puasa. Ia mengaku sangat kaget melihat breaking news tersebut.
Ira kembali menyampaikan terima kasih atas kebijakan Presiden Prabowo. Ira mengatakan seluruh rekening miliknya masih diblokir. Ia menyebut hanya memiliki uang Rp 1,2 juta ketika bebas.
Ira mengatakan seorang teman tiba-tiba memberinya uang Rp 5 juta untuk membeli makan. Ia menyampaikan bahwa beberapa orang juga mengirimkan minyak, mi, dan telur.
Ira mengungkapkan banyak orang menjauh ketika dirinya terjerat kasus. Ia menyebut teman sejati terlihat saat seseorang berada pada keadaan terpuruk.
Ira menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas rehabilitasi yang diberikan.
Ira juga berterima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia menyampaikan terima kasih kepada Mahkamah Agung RI dan sejumlah kementerian terkait.
Ira juga berterima kasih kepada petugas KPK yang melaksanakan tugas dengan baik selama hampir sepuluh bulan dirinya ditahan. HUM/GIT

