BANDA ACEH, Memoindonesia.co.id – Prajurit TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan massa di halaman Masjid Raya Baiturrahman setelah aparat memecah konsentrasi massa, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan, kegiatan doa tolak bala dan zikir akbar yang diikuti massa dari berbagai daerah awalnya berlangsung khidmat.
Namun, situasi berubah setelah diduga ada pihak yang memprovokasi massa dengan mengibarkan bendera bulan bintang.
Aparat TNI-Polri kemudian melakukan pendekatan persuasif dan memberikan imbauan kepada massa agar tidak mengibarkan bendera bulan bintang serta tetap menjaga ketertiban.
Namun, massa menolak imbauan tersebut hingga terjadi aksi saling dorong antara sebagian massa dengan aparat keamanan.
Selain mengibarkan bendera bulan bintang, massa juga menurunkan bendera Merah Putih dari tiang di halaman masjid dan menggantinya dengan bendera bulan bintang.
Massa juga mencopot sejumlah bendera Merah Putih yang berada di sekitar masjid.
“Situasi semakin memanas setelah sejumlah orang melakukan pelemparan batu dan benda keras ke arah personel TNI dan Polri,” kata Mustafa dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kericuhan tersebut berdampak terhadap sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi.
Beberapa kendaraan mengalami kerusakan akibat terkena lemparan, bahkan terdapat sepeda motor dinas TNI yang dibakar massa.
Tim gabungan kemudian mengambil langkah tegas dan terukur untuk membubarkan massa yang dinilai sudah bertindak anarkis.
Massa selanjutnya mundur ke sejumlah lokasi.
“Setelah memecah konsentrasi massa, aparat TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh,” jelas Mustafa.
Menurut Mustafa, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban di lokasi. HUM/GIT


