JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Pemerintah mengkaji usulan work from home (WFH) setiap Jumat bagi ASN dan swasta untuk menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen, Minggu 22 Maret 2026.
Usulan tersebut disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terganggunya pasokan minyak akibat konflik di Timur Tengah.
“WFH bagaimana itu kadang-kadang ada hal-hal yang nggak bisa dikerjakan dengan baik kalau disuruh WFH. Karena kalau kita lihat WFH pasti kabur tuh,” terang Purbaya usai salat Idul Fitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Sabtu 21 Maret 2026.
Menurutnya, tidak semua sektor pekerjaan dapat menerapkan sistem kerja dari rumah sehingga kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian pemerintah.
Ia menambahkan, pemilihan hari Jumat dinilai strategis karena berdekatan dengan akhir pekan sehingga memberikan waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk beraktivitas di rumah.
“Jumat kan ditambah Sabtu-Minggu jadi 3 hari itu lumayan tuh untuk aktivitas di rumah, dan mungkin turisme juga akan terdorong sedikit,” ujarnya.
Selain itu, rencana penerapan WFH akan dilakukan setelah momentum libur Lebaran, namun waktu pasti pelaksanaannya masih dalam perhitungan pemerintah.
“Ada hitungan kasar sekali, bukan saya yang hitung. Kalau kasar lah seharian, lupa saya, tapi seperlimanya, 20% kira-kira,” tutur Purbaya. HUM/GIT

