MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Lebaran Ketupat 2026 Digelar 28 Maret, Tradisi Syawalan Sepekan Usai Idulfitri

Publisher: Redaktur 21 Maret 2026 1 Min Read
Share
Ilustrasi ketupat sebagai simbol tradisi Lebaran Ketupat setelah Idulfitri.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Lebaran Ketupat sebagai tradisi masyarakat digelar sepekan setelah Idulfitri dan pada 2026 jatuh 28 Maret dengan rangkaian kenduri serta doa bersama, Sabtu 21 Maret 2026.

Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, setelah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini juga dikenal sebagai Syawalan.

Pada tahun 2026, Lebaran Ketupat jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026, atau tepat tujuh hari setelah Idulfitri yang diperingati pada 21 Maret 2026.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat membawa ketupat beserta lauk pelengkap seperti sayur dan sambal goreng untuk kemudian didoakan bersama dalam kegiatan kenduri.

Selain itu, tradisi ini mengandung makna kebersamaan dan ungkapan rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Secara filosofis, istilah “kupat” berasal dari bahasa Jawa “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan. Hal ini mencerminkan nilai saling memaafkan antar sesama.

Sementara itu, anyaman janur pada ketupat melambangkan kompleksitas kesalahan manusia, sedangkan warna putih di dalamnya mencerminkan kesucian setelah memohon ampun.

Sejarah Lebaran Ketupat berkaitan dengan Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo, yang memperkenalkan tradisi ini sebagai sarana dakwah Islam dengan memanfaatkan budaya lokal seperti slametan.

Tradisi tersebut digunakan untuk mengajarkan nilai bersyukur, bersedekah, dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat. HUM/GIT

Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Kunjungan Lebaran di Rutan KPK, Anak Fadia Arafiq Ikut Besuk Tahanan
21 Maret 2026
Wanita Tewas Terkunci di Kontrakan Cipayung Jakarta Timur, Ditemukan Luka Sayat di Leher
21 Maret 2026
Libur Lebaran 2026 Berakhir 24 Maret Disertai Jadwal WFA dan Masuk Sekolah
21 Maret 2026
Purbaya Usul WFH Tiap Jumat Demi Hemat BBM hingga 20 Persen
21 Maret 2026
Hasil Practice MotoGP Brasil 2026: Zarco Tercepat di Trek Basah
21 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kunjungan Lebaran di Rutan KPK, Anak Fadia Arafiq Ikut Besuk Tahanan
21 Maret 2026
Wanita Tewas Terkunci di Kontrakan Cipayung Jakarta Timur, Ditemukan Luka Sayat di Leher
21 Maret 2026
Libur Lebaran 2026 Berakhir 24 Maret Disertai Jadwal WFA dan Masuk Sekolah
21 Maret 2026
Purbaya Usul WFH Tiap Jumat Demi Hemat BBM hingga 20 Persen
21 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Kunjungan Lebaran di Rutan KPK, Anak Fadia Arafiq Ikut Besuk Tahanan

Headlines

Wanita Tewas Terkunci di Kontrakan Cipayung Jakarta Timur, Ditemukan Luka Sayat di Leher

Headlines

Libur Lebaran 2026 Berakhir 24 Maret Disertai Jadwal WFA dan Masuk Sekolah

Headlines

Purbaya Usul WFH Tiap Jumat Demi Hemat BBM hingga 20 Persen

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?