MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Polisi Ungkap Pergerakan Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS dari CCTV

Publisher: Redaktur 19 Maret 2026 4 Min Read
Share
Wajah terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS ditampilkan dari rekaman CCTV.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Polisi mengungkap pergerakan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, melalui rekaman CCTV yang menunjukkan korban telah diikuti sejak keluar dari kantor YLBHI, Rabu 18 Maret 2026.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin menjelaskan, rekaman CCTV memperlihatkan pelaku mulai memantau korban saat berada di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat.

“Berawal dari pada pukul 19.45 WIB termonitor di sana, video pertama menunjukkan pada pukul 19:45 WIB korban memasuki kantor YLBHI untuk mengikuti kegiatan podcast. Kemudian selanjutnya termonitor di sana korban keluar dari kantor YLBHI. Dan dari sejak dari kantor YLBHI termonitor berdasarkan CCTV yang kami ambil itu sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku orang tak dikenal,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Menurutnya, pelaku yang berada di sekitar kantor YLBHI memberikan kode kepada pelaku lain bahwa korban telah keluar, lalu eksekutor mulai mengikuti korban.

Baca Juga:  ASN BPK Aniaya ART di Gunung Putri Bogor, Pelaku OAP Ditahan Polisi

“Ini terlihat rekan-rekan sekalian kalau kita lihat ini yang kami beri tanda. Ini adalah yang melihat atau menggambar situasi di kantor YLBHI untuk video satu, kemudian tergambar juga di sana setelah diberi kode bahwa korban sudah keluar kemudian mulai diikuti oleh salah satu motor yang ditunggangi dua orang yang kami duga sebagai eksekutor,” ujarnya.

Selain itu, rekaman CCTV menunjukkan pelaku terus memantau korban saat mengisi bahan bakar di SPBU hingga menuju lokasi kejadian.

“Video dua, ketika korban mengisi BBM di SPBU juga termonitor di layar rekan-rekan sekalian perhatikan yang kami beri tanda merah. Ini adalah dua orang yang diduga melakukan eksekusi di TKP nanti. Akan ada kesesuaian antara pakaian yang digunakan dengan kendaraan yang digunakan,” kata Iman.

Rekaman tersebut juga memperlihatkan pelaku melakukan penyiraman air keras dan kemudian melarikan diri menggunakan dua sepeda motor yang berpisah arah.

Baca Juga:  Bima Prawira, Lawan Main Siskaeee, Ungkap Kekecewaan atas Kasus Film Porno yang Berkepanjangan

“Ini adalah pelaku eksekutornya yang kami bulati warna merah berputar arah kemudian berpapasan menunggu. Nah ini yang hijau adalah korban itu pada saat dilempar dengan cairan. Ini yang kuning adalah motor kedua yang ditunggangi oleh terduga juga jaringan dari pelaku kelompoknya pelaku,” ujarnya.

Iman menambahkan, salah satu pelaku sempat berhenti di Jalan Diponegoro karena diduga terkena cipratan air keras, lalu melepas pakaian luar berupa kemeja batik.

“Ini termonitor di Jalan Diponegoro eksekutor ini diduga cairan tersebut mengenai sebagian dari anggota tubuhnya sehingga mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral,” ujarnya.

Ia menyebut pelaku diduga mengenakan dua lapis pakaian sebelum beraksi, yakni kaus merah dan kemeja batik sebagai lapisan luar yang kemudian dilepas setelah kejadian.

“Nah ini rekan-rekan sekalian terlihat dua orang yang depan yang menggunakan kaos merah itu kami duga pakaian luarnya sudah dilepas karena terlihat pada saat di TKP itu menggunakan kemeja dengan motif batik warna biru,” katanya.

Baca Juga:  4 Pengakuan Bima Lawan Main Siskaeee di Film Porno Usai Diperiksa

Rekaman CCTV juga memperlihatkan pelaku melarikan diri ke arah berbeda, yakni menuju Kramat Raya dan Underpass Matraman. Polisi juga menemukan helm pelaku di sekitar lokasi untuk diuji di laboratorium.

Iman menyebut dua eksekutor penyiraman berinisial BHC dan MAK, serta tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku lebih dari empat orang.

“Saat ini kami menduga dapat kami informasikan bahwa dua orang yang tadi kami tunjukkan tersebut dari satu Data Polri ini satu inisial BHC, dua inisial MAK. Namun demikian dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa penyiraman terjadi saat korban dalam perjalanan pulang usai menghadiri kegiatan podcast di kantor YLBHI Jakarta Pusat. HUM/GIT

TAGGED: andrie yunus, bukti cctv, cctv pelaku, eksekutor bhc mak, Kasus Kekerasan, Kontras, pelaku lebih dari empat, penyelidikan polisi, penyiraman air keras, pergerakan pelaku, Polda Metro Jaya, ylbhi
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Beda Versi TNI dan Polisi soal Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
19 Maret 2026
Kompolnas Apresiasi Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
19 Maret 2026
Kombespol Sumarji
Ketua Badan Timnas PSSI Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah
19 Maret 2026
Amnesty Desak Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditangani Polisi
19 Maret 2026
Koalisi Sipil Desak Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Disidangkan di Peradilan Umum
19 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Beda Versi TNI dan Polisi soal Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
19 Maret 2026
Kompolnas Apresiasi Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
19 Maret 2026
Kombespol Sumarji
Ketua Badan Timnas PSSI Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah
19 Maret 2026
Amnesty Desak Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditangani Polisi
19 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Beda Versi TNI dan Polisi soal Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Hukum

Kompolnas Apresiasi Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Kombespol Sumarji
Nasional

Ketua Badan Timnas PSSI Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah

Hukum

Amnesty Desak Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditangani Polisi

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?