JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Iran menutup Selat Hormuz setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, namun memberikan syarat bagi negara yang ingin melintasi jalur strategis perdagangan minyak dunia tersebut, Rabu 11 Maret 2026.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan negara-negara yang mengusir Duta Besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya akan diberikan akses bebas melintasi Selat Hormuz.
“Setiap negara Arab atau negara Eropa yang mengusir Duta Besar Israel dan Amerika dari wilayahnya, akan memiliki kebebasan dan wewenang penuh untuk melewati Selat Hormuz mulai besok,” kata IRGC dalam pengumuman yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB.
Selat Hormuz ditutup setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Teheran kemudian membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar berbagai target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.
Serangan yang terjadi sejak perang meletus pada akhir Februari itu hampir sepenuhnya menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dan berbagai komoditas dunia.
Selat Hormuz selama ini menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak global serta volume ekspor gas alam cair dunia.
Namun menurut perusahaan analisis Kpler yang mengoperasikan platform MarineTraffic, lalu lintas kapal tanker di kawasan tersebut menurun hingga 90 persen dalam satu pekan terakhir.
Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel juga memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus lebih dari 100 dolar Amerika Serikat per barel.
Lonjakan harga itu dipicu tidak hanya oleh penutupan Selat Hormuz, tetapi juga perlambatan produksi minyak di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengancam akan menghantam Iran dengan kekuatan yang jauh lebih besar jika pemblokiran jalur pelayaran strategis tersebut terus berlangsung.
Namun juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menegaskan bahwa Iran tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari kawasan menuju negara yang menjadi sekutu Amerika Serikat dan Israel selama perang masih berlangsung.
“Angkatan Bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor satu liter pun minyak dari kawasan ke pihak musuh dan sekutu-sekutunya hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tegas Naini. HUM/GIT


