JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Uni Emirat Arab mencegat 137 rudal dan 209 drone yang ditembakkan Iran ke wilayahnya, dengan puing drone sempat memicu kebakaran kecil di Hotel Burj Al Arab Dubai, Minggu, 1 Maret 2026.
Pemerintah UEA menyatakan sebagian besar rudal dan drone tersebut berhasil dihancurkan atau dicegat sebelum mencapai target. Hingga kini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa akibat rentetan serangan tersebut.
“Kementerian menyatakan bahwa pihaknya berada dalam keadaan siaga tinggi dan siap menghadapi ancaman apa pun, dan bahwa pihaknya mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi dengan tegas segala sesuatu yang bertujuan mengganggu keamanan dan stabilitas negara, dan menegaskan bahwa keselamatan warga negara, penduduk, dan pengunjung merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan,” demikian pernyataan kementerian yang dilansir AFP.
Selain itu, otoritas Dubai mengungkapkan puing drone Iran yang berhasil dicegat sempat menyebabkan kebakaran kecil di fasad luar Hotel Burj Al Arab. Api muncul di bagian depan gedung sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
“Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa sebuah drone dicegat dan puing-puingnya menyebabkan kebakaran kecil di fasad luar Burj Al Arab,” tulis Kantor Media Dubai melalui akun X.
Tim Pertahanan Sipil Dubai segera merespons dan memadamkan api. Otoritas setempat memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Tim Pertahanan Sipil segera merespons dan mengendalikan insiden tersebut. Tidak ada laporan korban luka.”
Sementara itu, serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu pagi waktu Iran.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. HUM/GIT


