SEMARANG, Memoindonesia.co.id– Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang dan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang menggelar kegiatan sosial.
Kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada Panti Asuhan Cacat Ganda Al Rifdah yang berlokasi di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian jajaran Imigrasi terhadap masyarakat, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan penunjang operasional panti, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni panti. Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, serta disambut baik oleh pengurus Panti Asuhan Al Rifdah.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo, menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhakti Imigrasi tidak hanya menjadi momentum refleksi pengabdian institusi, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Imigrasi ingin menegaskan bahwa institusi tidak hanya hadir sebagai pelaksana fungsi pelayanan dan penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berbagi dan peduli, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, pengurus Panti Asuhan Cacat Ganda Al Rifdah, Ibu Rahma Faradilah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh jajaran Imigrasi Semarang. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat berarti dan bermanfaat dalam mendukung kebutuhan sehari-hari serta operasional panti.
Ia menambahkan bahwa dukungan dan kepedulian dari instansi pemerintah menjadi motivasi bagi para pengurus untuk terus memberikan pendampingan dan perawatan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan Al Rifdah.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang berharap dapat memberikan manfaat nyata serta mempererat hubungan antara instansi pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat citra Imigrasi yang humanis dan berorientasi pada pelayanan publik. HUM/BAD


