LUMAJANG, Memoindonesia.co.id – Gunung Semeru kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 5 kilometer dari puncak pada pukul 22.25 WIB, Minggu, 11 Januari 2026.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menyebut erupsi disertai kolom letusan setinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara,” kata Sigit Rian Alfian.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 27 milimeter dan durasi 696 detik, sementara status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Sementara itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil di sekitarnya. HUM/GIT


