JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Polda Metro Jaya membuka kemungkinan penyidik menyita akun media sosial dr Richard Lee yang diduga berkaitan dengan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Kamis, 8 Januari 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Reonald Simanjuntak saat menjawab pertanyaan pelapor dr Samira Farahnaz alias Dokter Detektif yang hadir dalam doorstop wartawan di Polda Metro Jaya.
Dokter Detektif menanyakan kemungkinan penyitaan akun media sosial dr Richard Lee yang digunakan untuk mempromosikan produk kosmetik yang diduga melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
“Segala sesuatu yang berhubungan tindak pidana, nanti pasti akan dilakukan penyitaan apabila itu berkaitan dengan pidana yang disangkakan,” ujar Reonald.
Reonald menegaskan pihaknya akan menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Jadi kami pastikan penyidikan dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya profesional, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Ia menambahkan Kapolda Metro Jaya secara konsisten menekankan agar setiap penyidikan dilakukan secara transparan, profesional, dan proporsional.
Diketahui, Dokter Detektif mendatangi Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk mengawal proses pemeriksaan awal dr Richard Lee yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Doktif hari ini ke sini untuk mengawal dari proses pemeriksaan yang dilakukan oleh PMJ terhadap tersangka Richard Lee,” kata Doktif.
Richard Lee telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam perkara dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen.
Penetapan tersangka tersebut dibenarkan Kombes Reonald Simanjuntak, menyebut dr Richard Lee dipolisikan oleh Dokter Detektif pada 2 Desember 2024 dengan laporan bernomor LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya.
“Perkara tersebut sudah dalam penyidikan dan penetapan tersangka dilakukan pada 15 Desember 2025 terhadap Saudara RL,” ujar Reonald.
Richard Lee juga telah dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka pada 23 Desember 2025, namun meminta penjadwalan ulang dan menyatakan akan memenuhi panggilan penyidik pada 7 Januari 2026. HUM/GIT


