MAKASSAR, Memoindonesia.co.id – Universitas Islam Makassar (UIM) akhirnya buka suara terkait kasus dosen Amal Said yang viral usai meludahi kasir swalayan berinisial N (21) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Rektor UIM Prof Muammar Bakry menegaskan bahwa Amal Said bukan dosen yayasan, melainkan aparatur sipil negara (ASN) yang diperbantukan mengajar di kampus swasta tersebut.
“Itu kan dosen negeri yang diperbantukan di kampus, bukan dosen yayasan. Dia dosen negara yang diperbantukan di swasta,” ujar Prof Muammar Bakry, Sabtu 27 Desember 2025.
Muammar menegaskan, meski peristiwa tersebut terjadi di luar lingkungan kampus, pihak UIM tetap akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai mekanisme internal.
“Nanti kita lihat, apakah dikembalikan ke instansi asal atau seperti apa,” imbuhnya.
UIM, lanjut Muammar, akan memanggil Amal Said untuk dimintai klarifikasi atas perbuatannya. Kasus ini akan dibahas secara resmi oleh Komisi Disiplin (Komdis) UIM pada Senin 29 Desember 2025.
“Pertama kita minta klarifikasi bahwa benar yang bersangkutan melakukan tindakan tersebut. Setelah itu baru ditentukan keputusan Komisi Disiplin,” jelasnya.
Sebelumnya, Amal Said viral di media sosial setelah meludahi kasir swalayan yang menegurnya karena memotong antrean. Video kejadian tersebut memicu kecaman publik dan menjadi perhatian luas masyarakat. HUM/GIT


