MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Butuh Waktu Tiga Hari

Publisher: Redaktur 4 Oktober 2025 2 Min Read
Share
Konferensi pers terkait proses identifikasi jenazah korban ambruknya Ponpes Al Khoziny di RS Bhayangkara HS Samsoeri, Surabaya.
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Sebanyak delapan jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, telah dibawa ke RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Surabaya. Namun, proses identifikasi memerlukan waktu hingga tiga hari.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombespol dr M Khusnan Marzuki, menyampaikan bahwa tes DNA menjadi solusi terakhir apabila metode identifikasi visual maupun sidik jari tidak memungkinkan.

“Tes DNA bisa cepat atau lambat, namun dalam kondisi terbaik hasilnya sekitar tiga hari,” ujar Khusnan, Jumat 3 Oktober 2025.

Dari delapan jenazah yang sudah diterima, lima di antaranya telah melalui proses identifikasi meskipun masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Sedangkan tiga jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan.

Baca Juga:  Proses Evakuasi Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Capai 116 Orang, 13 Meninggal

Khusnan menambahkan, identifikasi paling efektif dilakukan melalui data gigi, terutama bagi korban yang memiliki riwayat pemeriksaan gigi atau foto panoramic. Sementara sidik jari sulit digunakan karena kondisi jenazah sebagian besar sudah rusak akibat lebih dari tiga hari pascakejadian.

“Oleh karena itu, kami juga menyiapkan pemeriksaan DNA sebagai metode terakhir. Besok pagi sampel DNA yang sudah diambil dari keluarga akan langsung dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Republik Indonesia (Pusdokkes Polri),” jelasnya.

Hingga kini, tim medis telah mengumpulkan 57 sampel DNA dari pihak keluarga. Jumlah tersebut kemungkinan masih bertambah, seiring laporan tambahan dari keluarga korban.

Baca Juga:  Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Sempat Diwarnai Ketegangan Keluarga dan Petugas

Selain DNA, tim DVI juga membutuhkan dukungan data ante mortem dari keluarga untuk mempercepat proses identifikasi. Data tersebut meliputi foto terakhir korban, pakaian terakhir yang dikenakan, hingga barang-barang pribadi.

“Data identitas harus diberikan oleh keluarga, bukan tim, agar tidak terjadi salah identifikasi,” tegas Khusnan.

Secara umum, kondisi jenazah masih utuh meskipun terdapat kerusakan pada beberapa bagian tubuh akibat proses alamiah. Seluruh tahapan identifikasi dilakukan dengan mengacu pada panduan internasional. HUM/GIT

TAGGED: Evakuasi jenazah Ponpes Al Khoziny, Identifikasi jenazah Ponpes Sidoarjo, Ponpes Al Khoziny ambruk, Proses identifikasi korban ponpes, RS Bhayangkara HS Samsoeri Surabaya, Sidik jari dan data gigi korban, Tes DNA korban ponpes ambruk, Tim DVI Polda Jatim
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Jemaah Ponpes Mahfilud Duror Bondowoso Mulai Puasa Ramadan Lebih Awal
17 Februari 2026
Distribusi MBG Dihentikan Sementara saat Libur Imlek dan Awal Ramadan 2026
17 Februari 2026
Nunun Lusida Laporkan Vicky Prasetyo atas Dugaan Utang Rp 700 Juta untuk Modal Politik
17 Februari 2026
Peneliti BRIN Prediksi Awal Ramadan 2026 Berbeda karena Hilal Global dan Lokal
17 Februari 2026
BMKG Turunkan Tim di 37 Lokasi Pantau Hilal Penentuan 1 Ramadan 2026
17 Februari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Jemaah Ponpes Mahfilud Duror Bondowoso Mulai Puasa Ramadan Lebih Awal
17 Februari 2026
Distribusi MBG Dihentikan Sementara saat Libur Imlek dan Awal Ramadan 2026
17 Februari 2026
Nunun Lusida Laporkan Vicky Prasetyo atas Dugaan Utang Rp 700 Juta untuk Modal Politik
17 Februari 2026
Peneliti BRIN Prediksi Awal Ramadan 2026 Berbeda karena Hilal Global dan Lokal
17 Februari 2026
Ad imageAd image

TERPOPULER

Bareskrim Bongkar Lab Narkoba Jaringan Iran di Jakut, Satu WNA Ditangkap
15 Februari 2026
Viral Mobil Dinas di Tuban Diduga Ubah Pelat Hitam Agar Bisa Isi Pertalite
15 Februari 2026
Respons Johanis Tanak Terkait Usulan Jokowi Kembalikan UU KPK ke Versi Lama
15 Februari 2026
Polri Tegaskan Tak Ada Impunitas Dalam Kasus Eks Kapolres Bima Kota
16 Februari 2026

Baca Berita Lainnya:

Nasional

Jemaah Ponpes Mahfilud Duror Bondowoso Mulai Puasa Ramadan Lebih Awal

Nasional

Distribusi MBG Dihentikan Sementara saat Libur Imlek dan Awal Ramadan 2026

Hukum

Nunun Lusida Laporkan Vicky Prasetyo atas Dugaan Utang Rp 700 Juta untuk Modal Politik

Nasional

Peneliti BRIN Prediksi Awal Ramadan 2026 Berbeda karena Hilal Global dan Lokal

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?