MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Bukan Sekadar Diskusi: Arvin Gumilang Desak Komitmen Nyata Bangun Perbatasan RI-Timor Leste

Publisher: Admin 18 September 2025 3 Min Read
Share
Kakanwil Ditjen Imigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT), Arvin Gumilang memberikan sambutan dalam
Kakanwil Ditjen Imigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT), Arvin Gumilang memberikan sambutan dalam
Ad imageAd image

MOTAAIN, NTT, Memoindonesia.co.id — Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT), Arvin Gumilang, menyerukan agar semua pihak berhenti bicara seremonial dan mulai bergerak nyata membangun kawasan perbatasan yang tangguh, aman, dan sejahtera.

Menurutnya, perbatasan bukan hanya garis di peta. Ia adalah wajah terdepan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Arvin dalam forum “Sharing Session Stakeholder Perbatasan NTT” yang digelar Rabu, 17 September 2025.

“Ini bukan ajang formalitas. Ini platform strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mencari solusi konkret, dan membangun sinergi nyata antara keamanan dan ekonomi di perbatasan,” tegas Arvin saat membuka kegiatan.

Baca Juga:  Imigrasi Kupang Perkuat Sinergi dengan Pemkot untuk Layanan dan Pengawasan Orang Asing

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah serius Kanwil Ditjen Imigrasi NTT dalam mengimplementasikan Asta Cipta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di daerah-daerah krusial seperti Motaain, pintu utama Indonesia ke Timor Leste.

Staf Ahli Anggiat Napitupulu menyapa stakeholder yang hadir dalam forum "Sharing Session Stakeholder Perbatasan NTT".
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Anggiat Napitupulu menyapa stakeholder yang hadir dalam forum “Sharing Session Stakeholder Perbatasan NTT”.

Turut hadir dalam forum ini sejumlah tokoh penting seperti Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Anggiat Napitupulu, Bupati Belu Willbrodus Lay, Atase Imigrasi RI di Dili, serta jajaran TNI, Polri, Bea Cukai, Kesehatan, Karantina, dan BNPP.

Bahkan, delegasi dari Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste ikut duduk satu meja, sebuah langkah maju untuk diplomasi perbatasan yang lebih erat.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Saling Kunjungan, Imigrasi Kupang dan Konsul Timor Leste Sepakat Perkuat Diplomasi Kemanusiaan

Dalam sambutannya, Arvin menekankan bahwa kawasan perbatasan bukan zona abu-abu, melainkan beranda negara yang harus dijaga, dikembangkan, dan diberdayakan secara serius.

“Kalau kita tidak solid di sini, maka celah bagi kejahatan lintas batas akan terus terbuka. Tapi jika kita bersatu, kawasan ini bisa menjadi lokomotif ekonomi dan model pembangunan lintas negara,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan arahan nasional dari Staf Ahli Kementerian dan sesi diskusi mendalam yang membedah tiga isu strategis utama:

1. Penanganan lalu lintas ilegal di perbatasan,

2. Optimalisasi layanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), dan

3. Percepatan investasi serta pengembangan ekonomi kawasan perbatasan.

Baca Juga:  Paspor Merah Putih Jadi Bahasan di Simposium ICAO Kanada, Anggiat: Tak Sekadar Dokumen Perjalanan

Kakanwil Arvin berharap forum ini menghasilkan rekomendasi yang bukan hanya ditulis, tapi dijalankan bersama — oleh Indonesia dan Timor Leste.

“Kita tidak ingin perbatasan sekadar menjadi pos penjagaan. Kita ingin perbatasan jadi pusat pertumbuhan dan simbol kolaborasi antarbangsa,” pungkasnya. HUM/BAD

TAGGED: Anggiat Napitupulu, Arvin Gumilang, Ditjen Imigrasi NTT, Perbatasan NTT, Perbatasan RI, Sharing Session Stakeholder, Timor Leste
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy1
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Andrie Yunus Tolak Peradilan Militer, Minta Kasus Air Keras Diadili Umum
9 April 2026
Komnas HAM Minta Akses Periksa 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus
9 April 2026
Presiden Prabowo Singgung Kelompok Anti Kerja Sama, Pemerintah Tetap Fokus Rakyat
9 April 2026
Komisi I DPR Nilai Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Momentum Stabilitas Kawasan
9 April 2026
Direktur N Co-Living Ditangkap di Jakarta Utara, Diduga Legalkan Peredaran Narkoba
9 April 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Andrie Yunus Tolak Peradilan Militer, Minta Kasus Air Keras Diadili Umum
9 April 2026
Komnas HAM Minta Akses Periksa 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus
9 April 2026
Presiden Prabowo Singgung Kelompok Anti Kerja Sama, Pemerintah Tetap Fokus Rakyat
9 April 2026
Komisi I DPR Nilai Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Momentum Stabilitas Kawasan
9 April 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Andrie Yunus Tolak Peradilan Militer, Minta Kasus Air Keras Diadili Umum

Hukum

Komnas HAM Minta Akses Periksa 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus

Pemerintahan

Presiden Prabowo Singgung Kelompok Anti Kerja Sama, Pemerintah Tetap Fokus Rakyat

Nasional

Komisi I DPR Nilai Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Momentum Stabilitas Kawasan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?