MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kasus Pemerkosaan oleh dr Priguna di RSHS: Jumlah Saksi Bertambah Jadi 17 Orang, Dugaan Korban Baru Muncul

Publisher: Redaktur 15 April 2025 2 Min Read
Share
Pemerkosa anak pasien RSHS, Dokter Priguna.
Ad imageAd image

BANDUNG, Memoindonesia.co.id – Penyidikan kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh dokter residen anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), Priguna Anugerah P alias PAP, terhadap dua pasien dan satu pendamping pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus bergulir. Polisi menyebut telah memeriksa 17 orang saksi, menyusul munculnya dugaan korban baru.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat, Kombespol Surawan, mengungkapkan bahwa para saksi terdiri dari korban, keluarga korban, dan pihak internal RSHS.

“Saksi diperiksa 17 orang. Kan ada dugaan korban baru, juga dari keluarga korban, dan sekitar delapan atau sembilan orang dari pihak RSHS,” ujar Surawan kepada wartawan, Selasa 15 April 2025.

Polisi menyatakan bahwa pemeriksaan sejauh ini difokuskan pada saksi-saksi yang mengetahui secara langsung aktivitas tersangka selama bertugas di rumah sakit. Pemeriksaan mendalam terhadap latar belakang dan rutinitas kerja tersangka sedang dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.

“Sementara ini kami fokus pada yang berkaitan dengan aktivitas tersangka dulu,” jelas Surawan.

Meski saksi dari pihak RSHS turut diperiksa, Surawan menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan indikasi unsur pidana yang melibatkan pihak manajemen atau staf rumah sakit.

“Sebenarnya dari rumah sakit itu tidak ada unsur pidana. Pemeriksaan saksi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan menyeluruh,” tegasnya.

Terkait dengan informasi mengenai adanya dugaan korban baru, Surawan menyebut hingga kini belum ada laporan resmi penambahan korban. Namun, penyidik tetap membuka kemungkinan jika ada korban lain yang akan melapor.

“Belum ada laporan korban tambahan. Tapi proses pendalaman tetap berjalan,” katanya.

Kasus ini mencuat setelah dr Priguna Anugerah P dilaporkan melakukan tindakan pemerkosaan terhadap pasien dan pendamping pasien di lingkungan RSHS Bandung. PAP merupakan dokter residen dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi FK Unpad, dan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. HUM/GIT

TAGGED: 17 saksi diperiksa polisi, dr Priguna Anugerah P tersangka, Dugaan korban baru RSHS, FK Unpad PPDS Anestesi, Kasus pemerkosaan dokter RSHS, Korban pelecehan dokter bertambah, Pemerkosaan di RS Hasan Sadikin Bandung, Tindak asusila di rumah sakit
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Plh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Arif Yudistira, saat membuka kegiatan menekankan bahwa kekuatan utama pengawasan ada pada kolaborasi.
Timpora Salatiga Rapatkan Barisan, Pengawasan WNA Diperketat di Tengah Mobilitas yang Kian Dinamis
12 Februari 2026
Jaksa Agung ST Burhanuddin Mutasi 31 Kajari Termasuk Sampang, Magetan, dan Padang Lawas
12 Februari 2026
KPK Periksa Kartika Sari Terkait Pertemuan HM Kunang dan Sarjan
12 Februari 2026
Yaqut Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi Gugatan Kasus Kuota Haji 2024
12 Februari 2026
Polisi Ungkap Bahaya Vape Narkoba Etomidate Jaringan Internasional
12 Februari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Jaksa Agung ST Burhanuddin Mutasi 31 Kajari Termasuk Sampang, Magetan, dan Padang Lawas
12 Februari 2026
KPK Periksa Kartika Sari Terkait Pertemuan HM Kunang dan Sarjan
12 Februari 2026
Yaqut Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi Gugatan Kasus Kuota Haji 2024
12 Februari 2026
Polisi Ungkap Bahaya Vape Narkoba Etomidate Jaringan Internasional
12 Februari 2026
Ad imageAd image

TERPOPULER

Beredar Kabar KPK Amankan Seseorang di Nganjuk, Ini Penjelasan Resmi
11 Februari 2026
Diva Siregar Klarifikasi Isu Mabuk Usai Kecelakaan Mobil Terbalik
11 Februari 2026
Wakil Wali Kota Armuji bertemu satu meja bersama almarhum Adi Sutarwijono semasa hidup. Ia merasa kehilangan atas kepergian sahabatnya itu.
Adi Sutarwijono Berpulang, PDIP Surabaya Kehilangan Penjaga Garis Perjuangan
11 Februari 2026
Jaksa Agung ST Burhanuddin Mutasi 31 Kajari Termasuk Sampang, Magetan, dan Padang Lawas
12 Februari 2026

Baca Berita Lainnya:

Plh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Arif Yudistira, saat membuka kegiatan menekankan bahwa kekuatan utama pengawasan ada pada kolaborasi.
Imigrasi

Timpora Salatiga Rapatkan Barisan, Pengawasan WNA Diperketat di Tengah Mobilitas yang Kian Dinamis

Kejaksaan

Jaksa Agung ST Burhanuddin Mutasi 31 Kajari Termasuk Sampang, Magetan, dan Padang Lawas

Korupsi

KPK Periksa Kartika Sari Terkait Pertemuan HM Kunang dan Sarjan

Korupsi

Yaqut Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi Gugatan Kasus Kuota Haji 2024

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?