MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Dugaan Kekerasan di SMAK Gloria 2, Pihak Yayasan Berdamai dengan Guru Tinju yang Dituduh Preman

Publisher: Admin 8 November 2024 3 Min Read
Share
Nouke didampingi kuasa hukumnya, Richard Handiwiyanto bersama yayasan dan manajemen SMAK Gloria 2 didampingi kuasa hukumnya, Sudiman Sidabukke sepakat untuk berdamai.
Nouke (kaus biru) didampingi kuasa hukumnya, Richard Handiwiyanto bersama yayasan dan manajemen SMAK Gloria 2 didampingi kuasa hukumnya, Sudiman Sidabukke sepakat untuk berdamai.
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Dugaan perkara kekerasan yang terjadi di lingkungan SMA Kristen (SMAK) Gloria 2 Jalan Kalisari, Mulyorejo, berujung perdamaian. Nouke dan teman-temannya, seorang teradu, meminta maaf pada pihak yayasan dan manajemen sekolah, lantaran terlibat dalam kegaduhan itu.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Nouke cs didampingi kuasa hukumnya, Richard Handiwiyanto, di hadapan yayasan dan manajemen SMAK Gloria 2, Jumat, 8 November 2024, di sebuah rumah makan kawasan Jalan Bintoro, Surabaya.

Menurut Nouke, peristiwa yang berlangsung pada Senin, 21 Oktober 2024 tersebut murni kesalahpahaman. Selama ini, Nouke cs dianggap preman yang mendampingi Ivan, wali siswa SMA Cita Hati. Padahal Nouke dan rekan-rekannya hanya sebatas melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Baca Juga:  "Handiwiyanto Law Office: Dari Daerah, Mendobrak Peta Hukum Nasional"

“Saya di sana sebagai guru tinju siswa SMA Cita Hati, putranya Pak Ivan. Saya hadir untuk menenangkan dan mendamaikan, bukan preman seperti narasi yang beredar. Saya tidak kenal Ivan, saya pun tidak dibayar sebagai pengawal. Kapasitas saya hanya sebatas guru,” tutur Nouke didampingi kuasa hukumnya, Richard.

Meski demikian, Nouke meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Sehingga dia berharap kesalahpahaman tersebut tak semakin mengular. Sebab, dirinya sangat mendukung pihak SMAK Gloria 2 guna menciptakan suasana sekolah yang aman dan nyaman.

“Kehadiran saya tidak ada maksud maupun itikad buruk untuk mengintimidasi pihak manapun. Karena itu, saya dan rekan-rekan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya kesalahpahaman dan kegaduhan yang terjadi di SMAK Gloria 2,” sambung Nouke. .

Baca Juga:  Bro Richard Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Surabaya Ke-731

“Sedangkan mengenai tindakan salah satu orang tua yang menyuruh orang lain untuk meminta maaf dengan cara berlutut dan menggonggong bukan hal yang dapat dibenarkan. Oleh karena itu, seharusnya tindakan tercela tersebut harus lah diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” sambung Nouke.

Pada kesempatan ini, pihak yayasan dan manajemen SMAK Gloria 2 pun menerima permohonan maaf dari Nouke beserta rekan-rekannya. Komitmen damai pun dibuat oleh kedua belah pihak. Dari sini, kedua belah pihak saling mendukung dalam menciptakan sekolah yang ramah anak.

“Kami menerima permohonan maaf saudara Nouke bersama rekan-rekannya, serta kami memahami kesalahpahaman tersebut. Sehingga masalah kami dengan Pak Nouke bersama rekannya sudah selesai,” tutur Sudiman Sidabukke, kuasa hukum yayasan SMAK Gloria 2.

Baca Juga:  Pelajar Solidaritas Indonesia Dukung Bro Richard Handiwiyanto Maju Pilkada Surabaya 2024

Kendati demikian, adanya perdamaian dengan Nouke dkk ini tak lantas membuat kasus kekerasan tersebut berhenti. Sebab teradu lainnya, Ivan, masih terus berproses di kepolisian.

Bahkan pihak yayasan mendorong Polrestabes Surabaya untuk terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Permasalahan yang pertama sudah selesai. Nah yang masalah kedua dengan teradu Ivan, kami serahkan ke kepolisian. Kami berharap, kepolisian menindaklanjuti, dan biarlah diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Sudiman. HUM/CAK

TAGGED: Guru Tinju, Guru Tinju Dituduh Preman, Kasus Kekerasan, Richard Handiwiyanto, SMAK Gloria 2, Sudiman Sidabukke
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Jajaran Imigrasi Surabaya bersama PWI Jatim dalam sebuah diskusi dengan mengusung tema “Peran Pers dalam Membentuk Persepsi Publik terhadap Kebijakan dan Penegakan Hukum Keimigrasian”.
Imigrasi Surabaya Gandeng PWI Jawa Timur, Bekali Aparatur Sipil Negara Hadapi Badai Isu Viral
6 Maret 2026
Dalih Pedangdut Fadia Arafiq Tak Paham Aturan Usai Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pemkab Pekalongan
6 Maret 2026
OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka, Diduga Nikmati Rp 5,5 Miliar dari Proyek Outsourcing
6 Maret 2026
MAKI Desak KPK Terapkan TPPU dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
6 Maret 2026
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93, Sopir dan Kernet Pikap Tewas
6 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dalih Pedangdut Fadia Arafiq Tak Paham Aturan Usai Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pemkab Pekalongan
6 Maret 2026
OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka, Diduga Nikmati Rp 5,5 Miliar dari Proyek Outsourcing
6 Maret 2026
MAKI Desak KPK Terapkan TPPU dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
6 Maret 2026
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93, Sopir dan Kernet Pikap Tewas
6 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Jajaran Imigrasi Surabaya bersama PWI Jatim dalam sebuah diskusi dengan mengusung tema “Peran Pers dalam Membentuk Persepsi Publik terhadap Kebijakan dan Penegakan Hukum Keimigrasian”.
Imigrasi

Imigrasi Surabaya Gandeng PWI Jawa Timur, Bekali Aparatur Sipil Negara Hadapi Badai Isu Viral

Korupsi

Dalih Pedangdut Fadia Arafiq Tak Paham Aturan Usai Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pemkab Pekalongan

Korupsi

OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka, Diduga Nikmati Rp 5,5 Miliar dari Proyek Outsourcing

Korupsi

MAKI Desak KPK Terapkan TPPU dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?