MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Edward Tannur Turut Diperiksa Tapi Tak Terlibat Penyuapan Hakim

Publisher: Redaktur 6 November 2024 2 Min Read
Share
Edwar Tannur.
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Kajati Jatim Mia Amiati menegaskan Edwar Tannur, ayah Gregorius Ronald Tannur tak terlibat perkara suap yang dilakukan istrinya, Meirizka Widjaja. Namun, ia mengetahui dan kini diperiksa.

“Jadi tidak terlibat langsung. Soal aliran dana, itu dari ibunya. Tapi kami kan bukan penyidik, materi substansi itu kami tidak tahu, yang jelas Ibunya berperan dan berkomunikasi langsung,” jelas Mia, Selasa 5 November 2024.

Edward sendiri hari ini mendatangi Kejati Jatim. Mia mengungkapkan kedatangannya karena akan diperiksa sebagai saksi kasus suap majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Untuk dimintai keterangan,” ujar Mia.

Baca Juga:  Kejati Jatim Selamatkan Keuangan Negara Rp 8,6 Triliun, dan 299 Perkara di Restorative Justice

Sedangkan soal berkas ketiga tersangka hakim, Mia menyebut belum lengkap. Sebab saat ini, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan dan diterbangkan ke Jakarta.

“Belum, masih proses, ini kan masih baru tahapan penyidikan, dan kami memang berhitung dengan masa penahanan,” tandas Mia.

Sementara itu Dirdik Jampidsus Kejagung Abdul Qohar juga menyebut Edward sebenarnya juga tahu istrinya melakukan penyuapan majelis hakim yang menangani kasus Ronald.

Meski demikian, lanjut Qohar, Edward tidak mengetahui jumlah aliran uang yang digelontorkan istrinya bersama Lisa Rahmat, selaku pengacara kepada majelis hakim PN Surabaya masing-masing Erintuah Damanik, Mangapul dan Heru Hanindyo.

Baca Juga:  Kata MA soal Eks Ketua PN Surabaya Temui Pihak Ronald Tannur di Ruang Kerja

“Tetapi untuk jumlah uang tidak tahu, jumlahnya tidak tahu. Karena sepertinya suaminya seorang pengusaha, jarang di Surabaya,” jelas Qohar.

Sebelumnya, trio hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) Kejaksaan Agung (Kejagung) Kamis 24 Oktober 2024. Ketiga hakim itu adalah Erintuah Damanik, Mangapul dan Heru Hanindyo.

Mereka ditangkap di Surabaya oleh Tim Jampidsus Kejagung karena terkait dugaan suap atas kasus vonis bebas Gregorius Ronald Tannur, terdakwa pembunuh kekasihnya Dini Sera Afrianti.

Setelah ditangkap, ketiga hakim PN Surabaya itu kemudian dikeler ke gedung Kejati Jatim. Selain tiga hakim itu, Kejagung juga menangkap pengacara perempuan Lisa Rahmat, pengacara Ronald Tannur yang juga turut ditangkap bersama ketiga hakim.

Baca Juga:  7 Fakta Penggeledahan KPK di Kemnaker Terkait Dugaan Suap Tenaga Kerja Asing

Dalam kasus ini, Meirizka Widjaja, ibunda Ronald Tannur kemudian ditetapkan Kejagung sebagai tersangka penyuap trio hakim PN Surabaya pada Senin 4 November 2024. Setelah jadi tersangka, Meirizka kini ditahan di rutan Kejati Jatim. HUM/GIT

TAGGED: Edwar Tannur, Erintuah Damanik, Gregorius Ronald Tannur, hakim, Heru Hanindyo, Kajati Mia Amiati, Lisa Rahmat, Mangapul, Meirizka Widjaja, Mia Amiati, PN Surabaya, Ronald Tannur, suap
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Petugas imigrasi melakukan pengawasan terhadap WNA yang bekerja di beberapa perusahaan yang mempekerjakan WNA.
17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital
17 Oktober 2026
Suap Audit BPK Klaten Rp 400 Juta Tertunda gegara OTT Muara Enim
17 Oktober 2026
Maruarar Sirait Puji Prabowo, Sebut Kebersamaan Kabinet Terjaga
17 Oktober 2026
Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, Sekuritas Ikut Disorot
17 Oktober 2026
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB untuk Karhutla hingga Banjir Sumatra
17 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Petugas imigrasi melakukan pengawasan terhadap WNA yang bekerja di beberapa perusahaan yang mempekerjakan WNA.
17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital
17 Oktober 2026
Suap Audit BPK Klaten Rp 400 Juta Tertunda gegara OTT Muara Enim
17 Oktober 2026
Maruarar Sirait Puji Prabowo, Sebut Kebersamaan Kabinet Terjaga
17 Oktober 2026
Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, Sekuritas Ikut Disorot
17 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Petugas imigrasi melakukan pengawasan terhadap WNA yang bekerja di beberapa perusahaan yang mempekerjakan WNA.
Imigrasi

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital

Komisi Pemberantasan Korupsi

Suap Audit BPK Klaten Rp 400 Juta Tertunda gegara OTT Muara Enim

Nasional

Maruarar Sirait Puji Prabowo, Sebut Kebersamaan Kabinet Terjaga

Hukum

Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, Sekuritas Ikut Disorot

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?