MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Tragedi di Akper Tarutung: Pegawai Tewas Dibunuh Setelah Berhubungan Badan dengan Pasangan Sesama Jenis

Publisher: Redaktur 3 September 2024 3 Min Read
Share
Kapolres Taput AKBP Ernis menunjukkan barang bukti saat merilis kasus pembunuhan Monika Hutauruk.
Ad imageAd image

TAPANULI UTARA, Memoindonesia.co.id – Sebuah tragedi terjadi di Akademi Keperawatan (Akper) Tarutung, Tapanuli Utara. Monika Hutauruk (45), seorang pegawai di Akper tersebut, tewas dibunuh.

Korban diduga dibunuh oleh pasangan sesama jenisnya, BSH (38), di asrama tempat tinggalnya. Sebelum dibunuh, korban sempat berhubungan badan dengan pelaku.

“Sesaat sebelum peristiwa itu terjadi, pelaku dan korban telah melakukan hubungan seksual sesama jenis di dalam kamar asrama tempat tinggal korban,” ungkap Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, dalam konferensi pers seperti dilansir detikcom, Senin, 2 September 2024.

Setelah hubungan seksual tersebut, terjadi cekcok antara korban dan pelaku terkait persoalan utang.

Baca Juga:  Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Hakim: Perintahkan Polda Jabar Tak Melanjutkan Penyelidikan Pegi Setiawan

“Pertengkaran tersebut dipicu oleh utang pelaku sebesar Rp 3 juta yang ditagih paksa oleh korban,” jelas Ernis.

Merasa emosi, pelaku mengambil kabel setrika yang ada di asrama tersebut dan menjeratkan ke leher korban hingga korban tewas.

“Pelaku menggunakan kabel setrika untuk menjerat leher korban dengan sekuat tenaga. Setelah korban tidak berdaya, pelaku membiarkan korban terlentang di lantai hingga tewas,” tambah Ernis.

Korban ditemukan tewas di Asrama Akper Tarutung, Jalan Kolonel Liberty Malau, Kecamatan Tarutung, pada Jumat, 30 Agustus 2024, sekitar pukul 13.00 WIB. Warga yang menemukan korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:  Bukti Baru Dibawa Jessica Wongso Demi PK Kasus 'Kopi Sianida'

“Saat tiba di TKP, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan darah keluar dari hidung dan mulut,” ungkap Ernis.

Awalnya, keluarga korban menolak dilakukan autopsi karena menduga korban meninggal akibat sakit jantung yang dideritanya.

“Keluarga mengira korban meninggal karena penyakit jantung, mengingat korban pernah pasang ring jantung,” jelas Ernis. Namun, setelah penjelasan dari pihak kepolisian, akhirnya autopsi dilakukan.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku pada Sabtu, 31 Agustus 2024. Pelaku yang ternyata merupakan pasangan sesama jenis korban, mengakui perbuatannya.

“Hubungan asmara sesama jenis antara pelaku dan korban sudah berlangsung sejak tahun 2022,” ungkap Ernis.

Baca Juga:  Diamankan Kaitan Kasus Vina Cirebon, Pegi Belum Jadi Tersangka

Pelaku melarikan diri setelah memastikan korban tewas, meninggalkan tempat kejadian dengan pintu yang ditutup rapi. Korban, yang bertugas sebagai pengawas di asrama Akper Tarutung, tinggal sendiri di asrama tersebut. Istrinya berada di Batam dan sudah pisah ranjang dengan korban.

“Korban merupakan pegawai yayasan Akper, bertugas sebagai pengawas khusus asrama mahasiswa,” tambah Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing. HUM/GIT

TAGGED: AKBP Ernis Sitinjak, Akper Tarutung, Asrama Akper Tarutung, Jalan Kolonel Liberty Malau, Kapolres Tapanuli Utara, Kecamatan Tarutung, pasangan sesama jenis, pegawai Akper, Pembunuhan, Tapanuli Utara, utang
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Ketum MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo, Minta Umat Islam Tetap Tenang
3 November 2026
Wamenhaj Dahnil Tegaskan Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Tugasnya
3 November 2026
Jaksa Cecar Ferry Boboho soal Julukan, Rekan Febrie Adriansyah Mengaku Tak Tahu Asal-usulnya
3 November 2026
Kesaksian Boboho, Febrie Diduga Minta Rp 50 Miliar lewat Gestur Jari
3 November 2026
Hakim Usir 2 Pengunjung Sidang Febrie, Diduga Rekam Kesaksian Boboho
3 November 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Ketum MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo, Minta Umat Islam Tetap Tenang
3 November 2026
Wamenhaj Dahnil Tegaskan Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Tugasnya
3 November 2026
Jaksa Cecar Ferry Boboho soal Julukan, Rekan Febrie Adriansyah Mengaku Tak Tahu Asal-usulnya
3 November 2026
Kesaksian Boboho, Febrie Diduga Minta Rp 50 Miliar lewat Gestur Jari
3 November 2026

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Ketum MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo, Minta Umat Islam Tetap Tenang

Pemerintahan

Wamenhaj Dahnil Tegaskan Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Tugasnya

Korupsi

Jaksa Cecar Ferry Boboho soal Julukan, Rekan Febrie Adriansyah Mengaku Tak Tahu Asal-usulnya

Korupsi

Kesaksian Boboho, Febrie Diduga Minta Rp 50 Miliar lewat Gestur Jari

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?