MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Singgung Elektabilitas Khofifah di Bawah 50 Persen, PKB Yakin Menang di Jatim

Publisher: Redaktur 22 Juli 2024 3 Min Read
Share
Ketua DPP PKB Luluk Nur Hamidah.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Nama pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak di bursa Pilgub Jatim 2024 tidak membuat partai politik (parpol) di luar pengusung khawatir, salah satunya adalah PKB.

Ketua DPP PKB, Luluk Nur Hamidah, menyatakan keyakinannya bahwa PKB bisa mengalahkan pasangan yang diusung koalisi besar tersebut karena elektabilitas Khofifah yang masih di bawah 50 persen.

Luluk menyebutkan bahwa saat ini PKB sedang menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan untuk berkoalisi di Pilgub Jatim. Menurutnya, PKB dan PDI-P akan saling menguntungkan jika berkoalisi di Jatim dan peluang menang lebih besar.

Baca Juga:  Jadi Usung KH Marzuki Mustamar di Pilgub Jatim? Ini Kata DPW PKB

“PDI-P dan PKB mencoba mencari kesamaan sedekat mungkin untuk memperkuat kemenangan kita di Pilkada, termasuk di Jatim. PKB-PDI-P merupakan kekuatan besar yang masing-masing punya basis elektoral yang berbeda, tetapi memiliki irisan yang sangat dekat,” ujar Luluk di kawasan CFD Thamrin, Jakarta, Minggu 21 Juli 2024 seperti dilansir detikcom.

“Jika dua pihak ini disatukan, apalagi dengan dinamika politik di Jatim yang sudah berbeda dibandingkan saat Ibu Khofifah maju sebagai gubernur pertama kali, saya kira peluang kemenangan lebih besar,” sambungnya.

PKB ingin mengusung sosok pemimpin yang bersih dan tak punya beban masa lalu. Menurut Luluk, PKB ingin pemimpin yang tidak tersandera oleh apa pun, baik di masa kini maupun masa depan.

Baca Juga:  Krisdayanti Tunda Tes Kesehatan untuk Pilwali Batu 2024, Ini Alasan Penundaannya

“Kita bilang berkali-kali, Jatim berhak dipimpin figur yang bersih, yang tidak punya beban masa lalu atau masa depan, yang tidak akan disandera oleh apa pun,” tutur anggota Komisi VI DPR Fraksi PKB ini.

Dia juga menyinggung elektabilitas Khofifah dalam survei yang tidak mencapai 50 persen. Baginya, incumbent yang kuat seharusnya memiliki elektabilitas di atas 50 persen.

“Ini adalah kesempatan rakyat Jatim untuk membuka telinga dan mata. Dalam survei elektabilitas, incumbent yang kuat seharusnya di atas 50 persen, tetapi ternyata masih di bawah 50 persen,” imbuhnya.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dirilis Litbang Kompas pada Jumat, 19 Juli 2024, elektabilitas Khofifah saat ini berada di angka 26,8 persen.

Baca Juga:  Maruarar Sirait Bicara Kemungkinan PDI-P Merapat ke Koalisi Prabowo

Tokoh yang menempati urutan kedua dalam survei ini adalah Menteri Sosial dan kader PDI-P, Tri Rismaharini, dengan elektabilitas 13,6 persen. Di posisi ketiga ada mantan cawagub Emil Dardak dengan elektabilitas 3,8 persen. Khofifah dan Emil Dardak akan kembali berduet di Pilgub Jatim 2024 setelah lima tahun bersama-sama memimpin provinsi tersebut. HUM/GIT

TAGGED: elektabilitas, Emil Dardak, Ketua DPP PKB, Khofifah Indar Parawansa, Luluk Nur Hamidah, Menteri Sosial, PDI-P, Petahana, Pilgub Jatim 2024, PKB, Tri Rismaharini
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Sidang Tipikor PN Medan, Eks Kapolres Tapsel Akui Utang Budi ke Pengusaha Galian C
24 Januari 2026
Basarnas Fokus Evakuasi Komponen Penting Pesawat ATR 42-500 di Pangkep
24 Januari 2026
Eks Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi
24 Januari 2026
Viral WNI Kezia Syifa Jadi Tentara AS, Orang Tua Ungkap Status Kewarganegaraan
24 Januari 2026
Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemen Jakarta Masih Menyisakan Tanda Tanya
24 Januari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Sidang Tipikor PN Medan, Eks Kapolres Tapsel Akui Utang Budi ke Pengusaha Galian C
24 Januari 2026
Basarnas Fokus Evakuasi Komponen Penting Pesawat ATR 42-500 di Pangkep
24 Januari 2026
Eks Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi
24 Januari 2026
Viral WNI Kezia Syifa Jadi Tentara AS, Orang Tua Ungkap Status Kewarganegaraan
24 Januari 2026
Ad imageAd image

TERPOPULER

Relawan Agam Rinjani Turun Bantu Operasi SAR ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Pangkep
22 Januari 2026
Terdakwa Migor M Syafei Curhat Ribut dengan Istri Akibat Pertanyaan Penyidik
22 Januari 2026
Kajari Sampang Fadilah Helmi Dibawa ke Jakarta untuk Pemeriksaan Kejaksaan Agung
22 Januari 2026
Kisah Video Call Terakhir Olen Pramugari ATR 42-500 dengan Kakaknya
23 Januari 2026

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Sidang Tipikor PN Medan, Eks Kapolres Tapsel Akui Utang Budi ke Pengusaha Galian C

Peristiwa

Basarnas Fokus Evakuasi Komponen Penting Pesawat ATR 42-500 di Pangkep

Korupsi

Eks Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi

Nasional

Viral WNI Kezia Syifa Jadi Tentara AS, Orang Tua Ungkap Status Kewarganegaraan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?