MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Johan Budi soal Ghufron Vs Dewas KPK: Kita Tanyakan Saat Raker Komisi III DPR

Publisher: Redaktur 24 Mei 2024 3 Min Read
Share
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI-P Johan Budi.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Komisi III DPR akan menggelar rapat kerja bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat. Dalam rapat kerja mendatang, Komisi III akan menanyakan langkah Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, yang melaporkan beberapa anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK ke Bareskrim Polri.

“Sebenarnya sudah ada rencana rapat kerja dengan KPK. Tidak perlu memanggil khusus. Nanti dalam rapat kerja dengan KPK bisa kita tanyakan apa sebenarnya yang terjadi. Tentu dari kedua pihak, pak Ghufron dan Dewas,” kata Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI-P, Johan Budi, kepada wartawan, Kamis, 23 Mei 2024.

Politikus PDI-P itu memandang DPR tak perlu menggelar rapat khusus untuk meminta penjelasan kepada Ghufron terkait laporan ke polisi. Nantinya, penjelasan itu bisa ditanyakan oleh dewan melalui rapat kerja rutin bersama mitra Komisi III.

Baca Juga:  Anggota DPR Muhammad Kadafi Dilaporkan ke Bareskrim dan KPK

“Kan selalu ada rapat kerja dengan mitra Komisi III dalam setiap masa sidang. Nanti dalam rapat kerja bisa ditanyakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Johan enggan mengomentari lebih lanjut mengenai langkah hukum yang ditempuh Ghufron. Johan memilih menunggu penjelasan pihak terkait dalam rapat mendatang. “Kita tunggu penjelasan kedua belah pihak saja,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Nurul Ghufron melaporkan sejumlah anggota Dewas KPK ke Bareskrim Polri. Anggota Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan, menyayangkan langkah hukum yang ditempuh Ghufron.

“Sebenarnya nggak baik, kalau bicara etika kurang etis lah,” kata Trimedya, Rabu, 22 Mei 2024.

Baca Juga:  Puan Maharani Soroti Bocah Difabel Tewas di Surabaya, Minta Evaluasi Perlindungan Anak

Trimedya menyayangkan perseteruan KPK dan Dewas KPK berbuntut panjang hingga pelaporan ke Bareskrim Polri. Menurutnya, perseteruan ini tidak seharusnya menjadi besar jika kedua pihak bisa duduk bersama. Trimedya menilai komunikasi antara KPK dan Dewas KPK belakangan ini terlalu kaku. Dia juga menyinggung keluhan Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, terkait laporan Ghufron.

“Ini terlalu kaku komunikasinya, tidak berjalan dengan baik antara KPK dan Dewas. Apa lagi Pak Tumpak senior di sana, benar kata Pak Tumpak ‘saya sudah tua masa dilaporkan ke polisi lagi’, kan nggak etis. Sementara bagi Pak Ghufron sendiri dia mencari keadilan. Ini yang nggak produktif menurut saya dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Baca Juga:  Bareskrim Usut Dugaan Kecurangan Minyakita, Temuan Mentan: Isi Disunat hingga Harga Melampaui HET

Trimedya pun menyebutkan Komisi III DPR dalam waktu dekat akan memanggil KPK dan Dewas KPK. Dia mengatakan kedua lembaga tersebut akan dipanggil minggu depan.

“Kita juga akan memanggil mereka di masa sidang ini, KPK dan Dewas KPK, supaya ya kita mengingatkan mereka lah dengan tupoksinya. Bisa minggu depan, semoga. Masa sidang ini lah. Ya pastilah ada pembicaraan. Itu sesuai jadwal saja,” imbuhnya. HUM/GIT

TAGGED: Anggota Komisi III, Bareskrim, Dewas KPK, DPR RI, Fraksi PDI-P, Johan Budi, Nurul Ghufron, Wakil Ketua KPK
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Dwi Bagus Menangis dan Bersimpuh di Hadapan Istri Sah Usai Bunuh Istri Siri dan Anak
30 Oktober 2026
Dwi Bagus Bunuh Istri dan Anak, Sempat Pura-pura Lapor Kehilangan ke Polisi
30 Oktober 2026
Hobi Tawuran, Pembacok Bobotoh hingga Tewas di Bogor Selalu Bawa Celurit
30 Oktober 2026
Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, 4 Investor Asing
30 Oktober 2026
Dwi Bagus Bersimpuh di Hadapan Istri Sah Usai Rekonstruksi Pembunuhan Dini di Madiun
29 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dwi Bagus Menangis dan Bersimpuh di Hadapan Istri Sah Usai Bunuh Istri Siri dan Anak
30 Oktober 2026
Dwi Bagus Bunuh Istri dan Anak, Sempat Pura-pura Lapor Kehilangan ke Polisi
30 Oktober 2026
Hobi Tawuran, Pembacok Bobotoh hingga Tewas di Bogor Selalu Bawa Celurit
30 Oktober 2026
Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, 4 Investor Asing
30 Oktober 2026

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Dwi Bagus Menangis dan Bersimpuh di Hadapan Istri Sah Usai Bunuh Istri Siri dan Anak

Hukum

Dwi Bagus Bunuh Istri dan Anak, Sempat Pura-pura Lapor Kehilangan ke Polisi

Hukum

Hobi Tawuran, Pembacok Bobotoh hingga Tewas di Bogor Selalu Bawa Celurit

Bareskrim

Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, 4 Investor Asing

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?