MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

KPK Selidiki Dugaan Suap Asuransi Kapal: Pelni Nyatakan Dukungan Penuh terhadap Penegakan Hukum

Publisher: Redaktur 12 Januari 2024 2 Min Read
Share
Istimewa.
Ad imageAd image

Memoindonesia.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelidikan dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa terkait pembayaran komisi asuransi perkapalan selama tahun anggaran 2015-2020.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni, Evan Eryanto, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK. Dalam keterangan tertulis pada Selasa, 9 Januari 2024, Evan mengatakan, “Kami sepenuhnya mendukung dan siap bekerja sama dengan KPK untuk menegakkan hukum sebagaimana yang berlaku di negara ini.”

Sebagai perusahaan pelat merah, Pelni menegaskan prinsip integritas dan profesionalisme kepada seluruh pegawai. Pelni telah mengimplementasikan seperangkat aturan terkait pencegahan korupsi, termasuk pedoman pelaporan melalui whistle-blowing system, pedoman pengendalian gratifikasi, serta menerapkan standar ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Baca Juga:  KPK Panggil Dua Mantan Dirjen Binapenta Kemnaker Terkait Kasus Suap RPTKA

Evan menyatakan bahwa nilai utama AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) menjadi pedoman bagi seluruh pegawai Pelni dalam menjalankan tugas sehari-hari. Untuk meningkatkan kesadaran anti-korupsi, Pelni juga telah mengadakan sosialisasi nilai-nilai antikorupsi bagi seluruh pegawai dengan melibatkan KPK.

Manajemen Pelni menunjukkan komitmennya dalam menegakkan sikap antikorupsi dengan memberhentikan pegawai yang terbukti melakukan pemungutan liar kepada penumpang kapal Pelni pada tahun 2023.

“Manajemen saat ini tidak segan untuk menindak tegas apabila ada oknum pegawai yang melakukan tindakan korupsi sekecil apapun. Kami berharap seluruh pegawai dapat menunjukkan integritas yang tinggi dan memberikan pelayanan yang excellent kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa kapal Pelni,” ungkap Evan.

Baca Juga:  MAKI: Kalau Hasto Mangkir Panggilan Kedua KPK, Ada Surat Penangkapan

Sebelumnya, KPK mengumumkan bahwa mereka tengah melakukan penyidikan baru terkait dugaan korupsi terkait asuransi di Pelni. Dugaan korupsi ini diperkirakan merugikan negara dengan jumlah belasan miliar rupiah.

“KPK saat ini telah memulai proses penyidikan perkara dugaan korupsi terkait dengan pembayaran komisi untuk asuransi perkapalan milik PT PELNI (Persero) tahun anggaran 2015-2020,” ujar Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri. CAK/RAZ

TAGGED: Ali Fikri, dugaan suap, Evan Eryanto, Kabag Pemberitaan KPK, Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni, KPK, Pelni, pembayaran komisi asuransi perkapalan, Pengadaan Barang dan Jasa, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), tahun anggaran 2015-2020
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Dalih Pedangdut Fadia Arafiq Tak Paham Aturan Usai Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pemkab Pekalongan
6 Maret 2026
OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka, Diduga Nikmati Rp 5,5 Miliar dari Proyek Outsourcing
6 Maret 2026
MAKI Desak KPK Terapkan TPPU dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
6 Maret 2026
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93, Sopir dan Kernet Pikap Tewas
6 Maret 2026
Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93 Tewaskan Dua Orang
6 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dalih Pedangdut Fadia Arafiq Tak Paham Aturan Usai Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pemkab Pekalongan
6 Maret 2026
OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka, Diduga Nikmati Rp 5,5 Miliar dari Proyek Outsourcing
6 Maret 2026
MAKI Desak KPK Terapkan TPPU dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
6 Maret 2026
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93, Sopir dan Kernet Pikap Tewas
6 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Dalih Pedangdut Fadia Arafiq Tak Paham Aturan Usai Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pemkab Pekalongan

Korupsi

OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka, Diduga Nikmati Rp 5,5 Miliar dari Proyek Outsourcing

Korupsi

MAKI Desak KPK Terapkan TPPU dalam Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Peristiwa

Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Km 93, Sopir dan Kernet Pikap Tewas

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?