MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kontroversi Ucapan Senator Arya Wedakarna: Kritik Terhadap Pernyataan Rasis Terkait Hijab di Bali

Publisher: Redaktur 2 Januari 2024 2 Min Read
Share
Senator Bali, Arya Wedakarna.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Senator Bali, Arya Wedakarna, mendadak menjadi perbincangan hangat di linimasa media sosial X setelah akun @unmagnetism.

Dalam unggahan video menunjukkan Arya tengah memarahi kepala Kanwil Bea Cukai Bali Nusa Tenggara, kepala Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan pengelola bandara.

Pernyataan kontroversial Arya yang dianggap merendahkan jilbab atau hijab yang dikenakan oleh Muslimah menciptakan polemik.

“Saya gak mau yang front line, front line itu, saya mau yang gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan terbuka. Jangan kasih yang penutup, penutup gak jelas, this is not Middle East. Enak aja Bali, pakai bunga kek, pake apa kek,” ujar Arya pada Senin, 1 Januari 2024, di Jakarta.

Baca Juga:  Kontroversi Arya Wedakarna: Riwayat Laporan dan Ucapan Kontroversial

Ucapan Arya tersebut mendapat kecaman luas dari warganet, yang menilai pernyataannya merendahkan hijab yang dikenakan oleh pegawai beragama Islam.

Dalam klarifikasinya melalui akun Instagram resmi, Arya menyebutkan bahwa protesnya terkait perilaku dua staf Bea Cukai yang dianggap tidak ramah terhadap warga Bali yang baru mendarat.

Warganet mengecam pernyataan Arya, menyebutnya sebagai rasis supremasis far-right. Beberapa akun bahkan mempertanyakan bagaimana Arya bisa menjadi anggota DPD dua periode dengan sikap yang dianggap merendahkan dan tidak mencerminkan toleransi.

Akun @arabella_kixxx heran melihat seorang anggota DPD bisa menyampaikan pernyataan yang dianggap SARA di forum resmi, dan menyatakan bahwa sikap tersebut tidak mencerminkan toleransi, yang seharusnya diwakili oleh anggota DPD. CAK/RAZ

Baca Juga:  Arya Wedakarna Siap Tuntut Badan Kehormatan Setelah Dipecat dari DPD RI
TAGGED: @unmagnetism, Arya Wedakarna, Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai, DPD Bali, Kanwil Bea Cukai Bali Nusa Tenggara, linimasa, media sosial X, Senator Bali
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Jejak ‘Crazy Rich’ Samin Tan: Dulu Lolos Kasus di KPK, Kini Tersangka Kejagung
28 Maret 2026
Eks Sekretaris MA Nurhadi Minta Dibebaskan dari Tuntutan 7 Tahun Penjara
28 Maret 2026
KPK Minta Maaf atas Pengalihan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas
28 Maret 2026
Eks Sekretaris MA Nurhadi Tantang Jaksa Sumpah Mubahalah Hadapi Dakwaan Gratifikasi
28 Maret 2026
Duduk Perkara Korupsi Tambang Kalteng yang Menjerat Samin Tan
28 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Jejak ‘Crazy Rich’ Samin Tan: Dulu Lolos Kasus di KPK, Kini Tersangka Kejagung
28 Maret 2026
Eks Sekretaris MA Nurhadi Minta Dibebaskan dari Tuntutan 7 Tahun Penjara
28 Maret 2026
KPK Minta Maaf atas Pengalihan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas
28 Maret 2026
Eks Sekretaris MA Nurhadi Tantang Jaksa Sumpah Mubahalah Hadapi Dakwaan Gratifikasi
28 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kejaksaan

Jejak ‘Crazy Rich’ Samin Tan: Dulu Lolos Kasus di KPK, Kini Tersangka Kejagung

Korupsi

Eks Sekretaris MA Nurhadi Minta Dibebaskan dari Tuntutan 7 Tahun Penjara

Korupsi

KPK Minta Maaf atas Pengalihan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas

Hukum

Eks Sekretaris MA Nurhadi Tantang Jaksa Sumpah Mubahalah Hadapi Dakwaan Gratifikasi

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?