MADIUN, Memoindonesia.co.id – Polda Jawa Timur memburu Dwi Bagus Martono, suami siri Dini Hardiyanti (30), dan mendalami dugaan pembunuhan terhadap Dini serta anaknya, AGE (4), yang dilaporkan hilang sejak 20 September 2026, Minggu, 25 Oktober 2026.
Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, membenarkan adanya dugaan pembunuhan tersebut.
Polisi masih menunggu penangkapan terduga pelaku dan mendalami keterangan para saksi.
“Iya dugaan (pembunuhan) ya, kita tinggal nunggu dia tertangkap dan pengakuan saksi-saksi gimana nanti,” kata Jumhur, Minggu 25 Oktober 2026.
Jumhur menduga Dwi Bagus masih berada di wilayah Jawa Timur. Meski demikian, polisi memperluas pencarian hingga Jakarta, Bali, dan Kalimantan Timur.
“Indikasi ada di wilayah Jatim,” ujarnya.
Jumhur mengungkapkan, berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, Dini dan anaknya terakhir diketahui berada di sebuah hotel di Madiun.
Ia juga membandingkan pola pergerakan dalam kasus tersebut dengan perkara pembunuhan disertai mutilasi terhadap Uswatun Hasanah yang jasadnya ditemukan dalam koper merah pada 2025.
“Pernah monitor Jatanras mengungkap kasus koper merah? Sama itu gerakannya, sama itu,” tandas Jumhur.
Sebelumnya, kabar hilangnya Dini dan anaknya ramai diperbincangkan di media sosial Threads. Akun @jehannaz9f mengunggah informasi bahwa keduanya hilang sejak 20 September 2026.
Dalam unggahan tersebut, hilangnya ibu dan anak itu disebut terjadi setelah Dini bertengkar dengan suaminya di sebuah rumah makan ayam penyet di Ponorogo, Jawa Timur.
Pertengkaran itu dikabarkan berlangsung hebat hingga sang suami membanting ponsel miliknya dan Dini.
Setelah kejadian tersebut, keluarga Dini disebut tidak mendapat kabar mengenai keberadaan ibu dan anak itu.
Sang suami juga dikabarkan tidak memberikan informasi yang jelas selama beberapa hari.
Keluarga kemudian mengancam akan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Setelah itu, suami Dini merespons pesan keluarga.
“Suami mengaku tidak tahu keberadaan korban dan memberikan keterangan yang berubah-ubah mengenai lokasi pertengkaran yang awalnya menyebut restoran umum, lalu berubah menjadi warung ayam penyet di Ponorogo,” tulis akun tersebut, Minggu 25 Oktober 2026.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih memburu Dwi Bagus dan mendalami dugaan pembunuhan terhadap Dini dan anaknya. Dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. HUM/GIT

