JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan menyoroti perbedaan sistem pendidikan di setiap negara, Kamis 8 Oktober 2026.
Jokowi menjelaskan, setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda, termasuk jalur pendidikan yang ditempuh Gibran sebelum menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Jadi setiap negara itu memiliki sistem pendidikan yang berbeda-beda. Kalau kita ini tahapan dari bawah kan ada SD, SMP, SMA, S1, atau ada di sini juga diploma. Di luar (negeri) juga ada sistemnya sendiri,” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis 8 Oktober 2026.
Jokowi menjelaskan, terdapat sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang melanjutkan pendidikan dari jenjang sekolah menengah atau secondary school ke universitas.
Selain itu, ada pula jalur melalui program pathway sebelum memasuki jenjang diploma atau sarjana.
“Ada yang dari seperti kita, SD, SMP, kemudian secondary school, kemudian masuk ke universitas. Tapi juga ada sistem yang lewat program pathway, kemudian baru masuk ke diploma dan S1-nya. Saya kira setiap negara sistemnya berbeda-beda,” katanya.
Jokowi menegaskan, Gibran telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana atau S1.
Menurut dia, kelulusan pada jenjang tersebut semestinya menunjukkan bahwa tahapan pendidikan sebelumnya telah dilalui.
“Dan yang paling penting, Mas Wapres ini kan sudah menyelesaikan S1. Kalau menyelesaikan S1 itu mestinya kan sudah melewati tahapan sebelumnya. Kalau di sini kayak SMA-nya mestinya kan sudah selesai. Kalau belum kan ya nggak bisa daftar ke S1-nya,” ujar ayah Gibran tersebut.
Meski demikian, Jokowi menyatakan menghormati putusan MK, termasuk seluruh tahapan dan pertimbangan hukum yang mendasarinya.
“Ya, kita menghormati putusan MK beserta tahapan-tahapan yang ada, termasuk di dalamnya pertimbangan hukum yang diberikan. Dan yang paling penting, kita semua menghormati dari konstitusi yang kita miliki,” ujarnya. HUM/GIT


