MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

13 Napi Lapas Narkotika Jakarta Dapat Kesempatan Kuliah S1 Ilmu Teologi

Publisher: Redaktur 4 September 2026 3 Min Read
Share
Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menandatangani MoU dengan Patriot Garda Indonesia. (Dok. Istimewa)
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Sebanyak 13 warga binaan atau narapidana (napi) Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta mendapat kesempatan mengenyam pendidikan strata 1 (S1) ilmu teologi melalui kerja sama dengan Patriot Garda Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dan Patriot Garda Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan warga binaan yang mencakup pengembangan kepribadian, kerohanian Kristen, kesehatan mental, serta kesehatan jasmani.

Kepala Lapas Narkotika Jakarta Aliandra Harahap mengatakan pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada masa pidana, tetapi juga mempersiapkan mereka agar dapat kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga:  120 Napi Rutan Depok Dipindah ke Nusakambangan Usai Dugaan Pesta Sabu

“Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi bagaimana kita memberikan bekal pengetahuan, penguatan spiritual, kesehatan mental, dan jasmani agar Warga Binaan memiliki kesiapan untuk kembali ke masyarakat,” ujar Aliandra.

Selain mengikuti perkuliahan ilmu teologi, sebanyak 23 napi juga mendapat kesempatan mengikuti Sekolah Alkitab Bersertifikat.

Para warga binaan juga memperoleh fasilitas konseling mental serta pembinaan kesehatan jasmani melalui kerja sama tersebut.

Aliandra berharap program pembinaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga binaan.

“Melalui kerja sama ini, Lapas Narkotika Jakarta berharap program pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata dalam membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik, mandiri, dan siap menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat,” harap Aliandra.

Baca Juga:  Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Dijabat Komjenpol Agus Andrianto, Anggota Polisi Aktif yang Masuk Kabinet Merah Putih

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto sebelumnya kerap menekankan pentingnya pembinaan berbasis pengembangan keterampilan dan wawasan bagi warga binaan.

Pembinaan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal bagi warga binaan untuk melanjutkan kehidupan di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

“Urusan penghukuman dilaksanakan oleh teman-teman APH dari mulai kepolisian, kejaksaan, teman-teman dari KPK, kementerian/lembaga yang memiliki kewenangan penyidikan. Tapi setelah seseorang mendapatkan kekuatan hukum yang tetap atas hukuman yang mereka terima, selanjutnya tugas kita untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat,” ujar Agus, mengutip situs Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenimipas.

Baca Juga:  Bappisus Usut Dugaan Komersialisasi Hunian Eksklusif Lapas Cibinong

Program pendidikan dan pembinaan tersebut menjadi salah satu upaya pemasyarakatan dalam membekali warga binaan dengan pengetahuan serta keterampilan sebelum kembali menjalani kehidupan di masyarakat. HUM/GIT

TAGGED: Agus Andrianto, Imipas, Kuliah S1, Lapas Jakarta, lapas narkotika, Napi, Patriot Garda Indonesia, Pemasyarakatan, Pembinaan Napi, Pendidikan Napi, Teologi, Warga Binaan
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Puan Maharani Soroti Bocah Difabel Tewas di Surabaya, Minta Evaluasi Perlindungan Anak
21 Oktober 2026
Mendagri Resmi Berhentikan Ade Kuswara sebagai Bupati Bekasi, Divonis 6 Tahun Penjara
21 Oktober 2026
Khalid Basalamah Setor Rp 10 Miliar ke KPK, Ungkap Fee Haji USD 4.500
21 Oktober 2026
PKS Sebut Ijazahgate Gibran, Almuzzammil Yusuf Soroti Ketidakadilan Hukum
21 Oktober 2026
Roy Suryo Kalah Perlawanan, Sidang Ijazah Jokowi Lanjut Pembuktian
21 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Puan Maharani Soroti Bocah Difabel Tewas di Surabaya, Minta Evaluasi Perlindungan Anak
21 Oktober 2026
Khalid Basalamah Setor Rp 10 Miliar ke KPK, Ungkap Fee Haji USD 4.500
21 Oktober 2026
PKS Sebut Ijazahgate Gibran, Almuzzammil Yusuf Soroti Ketidakadilan Hukum
21 Oktober 2026
Roy Suryo Kalah Perlawanan, Sidang Ijazah Jokowi Lanjut Pembuktian
21 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Puan Maharani Soroti Bocah Difabel Tewas di Surabaya, Minta Evaluasi Perlindungan Anak

Komisi Pemberantasan Korupsi

Mendagri Resmi Berhentikan Ade Kuswara sebagai Bupati Bekasi, Divonis 6 Tahun Penjara

Hukum

Khalid Basalamah Setor Rp 10 Miliar ke KPK, Ungkap Fee Haji USD 4.500

Hukum

PKS Sebut Ijazahgate Gibran, Almuzzammil Yusuf Soroti Ketidakadilan Hukum

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?