MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Polisi Dalami Kematian Misterius Sutrimo di Klinik Mordent, Tiga Barang Bukti Dibawa ke Labfor

Publisher: Redaktur 28 Juli 2026 4 Min Read
Share
Petugas Puslabfor Polri membawa 3 bungkusan kertas berisi barbuk ke Puslabfor usai olah TKP di Klinik Mordent Jakarta Selatan.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Polda Metro Jaya bersama Puslabfor Polri terus mengusut penyebab kematian misterius Sutrimo yang ditemukan di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), Senin 27 Juli 2026.

Contents
Polisi Sisir CCTV dan Periksa SaksiTiga Barang Bukti Dibawa ke PuslabforPenyebab Kematian Masih Didalami

Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami penyebab kematian pria bernama Sutrimo yang ditemukan meninggal dunia di depan Klinik Mordent, Jalan Kramat Pela, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut, penyidik kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan personel Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya juga mengumpulkan berbagai keterangan dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Selain itu, penyidik menelusuri rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, hingga lokasi awal ditemukannya korban.

Baca Juga:  Polisi Dalami Dugaan Bully ke Pelaku Ledakan SMAN 72, 46 Siswa Diperiksa

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto mengatakan identitas dan latar belakang korban masih terus didalami.

“Masih didalami,” ujar Budi, Minggu 26 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa.

Polisi juga masih mendalami informasi yang menyebut korban merupakan kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Polisi Sisir CCTV dan Periksa Saksi

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan penyidik memfokuskan penyelidikan dengan mencari rekaman CCTV, memeriksa saksi, serta mengumpulkan barang bukti di sekitar lokasi.

“Kita fokus di TKP dulu. Karena di TKP kita cari petunjuk, saksi-saksi, dan bukti-bukti. Terutama CCTV di sekitaran TKP,” katanya, Senin 27 Juli 2026.

Menurut Iskandarsyah, proses penyelidikan menghadapi kendala karena lokasi kejadian telah banyak dilalui orang sejak korban ditemukan sehingga kondisi TKP tidak lagi utuh.

Baca Juga:  Mantan Pacar Sebar Video Syur Anak Musisi, Motifnya Sakit Hati

Penyidik juga telah bersurat kepada pihak rumah sakit untuk memperoleh data medis yang diperlukan dalam proses penyelidikan.

Tiga Barang Bukti Dibawa ke Puslabfor

Dalam olah TKP lanjutan, personel Puslabfor Polri membuka garis polisi dan memasuki area Klinik Mordent dengan membawa sejumlah peralatan forensik, termasuk kamera dokumentasi.

Olah TKP berlangsung sekitar satu jam. Seusai pemeriksaan, petugas terlihat membawa tiga bungkusan berwarna cokelat yang diduga berisi barang bukti untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium forensik.

Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha membenarkan seluruh barang bukti tersebut dibawa ke Puslabfor.

“(Dibawa) ke Labfor, seperti yang kita ketahui tadi ya,” ujarnya.

Usai proses olah TKP selesai, garis polisi kembali dipasang di pintu masuk dan pagar Klinik Mordent.

Penyebab Kematian Masih Didalami

Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent pada Kamis 23 Juli 2026.

Baca Juga:  Polisi Jelaskan Alasan Dokter Richard Lee Tidak Ditahan Meski Berstatus Tersangka

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan telah meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto menegaskan kepolisian akan mendalami seluruh informasi yang berkaitan dengan kematian korban.

“Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apa pun, apalagi terkait hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar,” tegasnya.

Polisi juga masih menelusuri foto, dokumen, serta narasi yang beredar di media sosial, termasuk informasi mengenai busa yang diduga keluar dari hidung dan mulut korban.

Seluruh informasi tersebut akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan medis dan analisis forensik.

Budi menambahkan, keluarga korban dipersilakan membuat laporan apabila menemukan kejanggalan terkait meninggalnya Sutrimo.

“Kami memberikan ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka. Apabila merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: barang bukti, CCTV, Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, kematian misterius, Klinik Mordent, Labfor, olah tkp, penyelidikan, Polda Metro Jaya, puslabfor polri, Sutrimo
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

35 Siswa SDN Kauman 1 Malang Diduga Keracunan MBG, Hasil Lab Temukan Bakteri E. coli pada Olahan Telur
28 Juli 2026
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Diperiksa Kejagung, Dugaan Penyimpangan Tugas Diselidiki
28 Juli 2026
IDI Usul Jam Kerja Dokter Internship Maksimal 40 Jam per Pekan Usai Kasus Kematian Beruntun
28 Juli 2026
Band Dewa 19 yang digawangi Ahmad Dhani bakal berkolaborasi dengan Virzha dan Padi Reborn dalam konser di Graha UNESA, 28 November 2026.
Dewa 19 dan Padi Reborn Siapkan Lagu Rahasia, Hanya Dibawakan Sekali di Kota Pahlawan Surabaya
27 Juli 2026
Komisi XI DPR Tunggu Prabowo Ajukan Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
27 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

35 Siswa SDN Kauman 1 Malang Diduga Keracunan MBG, Hasil Lab Temukan Bakteri E. coli pada Olahan Telur
28 Juli 2026
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Diperiksa Kejagung, Dugaan Penyimpangan Tugas Diselidiki
28 Juli 2026
IDI Usul Jam Kerja Dokter Internship Maksimal 40 Jam per Pekan Usai Kasus Kematian Beruntun
28 Juli 2026
Komisi XI DPR Tunggu Prabowo Ajukan Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
27 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Jawa Timur

35 Siswa SDN Kauman 1 Malang Diduga Keracunan MBG, Hasil Lab Temukan Bakteri E. coli pada Olahan Telur

Kejaksaan

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Diperiksa Kejagung, Dugaan Penyimpangan Tugas Diselidiki

Nasional

IDI Usul Jam Kerja Dokter Internship Maksimal 40 Jam per Pekan Usai Kasus Kematian Beruntun

Band Dewa 19 yang digawangi Ahmad Dhani bakal berkolaborasi dengan Virzha dan Padi Reborn dalam konser di Graha UNESA, 28 November 2026.
Headlines

Dewa 19 dan Padi Reborn Siapkan Lagu Rahasia, Hanya Dibawakan Sekali di Kota Pahlawan Surabaya

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?