MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Sidang Suap Bea Cukai Ungkap Amplop Berkode dan Fasilitas Karaoke Pejabat

Publisher: Redaktur 15 Juli 2026 4 Min Read
Share
Anak buah Koh John memberikan kesaksian dalam sidang kasus suap pejabat Bea Cukai.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id  – Anak buah pemilik PT Blueray Cargo John Field atau Koh John mengungkap adanya amplop berkode berisi uang untuk pejabat Bea Cukai dalam sidang kasus dugaan suap, Selasa 14 Juli 2026.

Jaksa KPK M Takdir Suhan mengatakan perkara yang menjerat tiga pejabat Bea Cukai bukan sekadar persoalan individu, melainkan menjadi momentum evaluasi sistem pelayanan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.

“Harapan kami, dalam pembuktian perkara ini dapat menjadi momen yang membuka mata publik terkait pelayanan umum yang selama ini terjadi, sehingga upaya untuk dilakukan pembenahan tidak sebatas wacana singkat dan harapan semu karena adanya perkara ini atau yang biasa disebut oleh publik maupun netizen ‘kena OTT KPK efek lagi apes aja’,” ujar Takdir dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Baca Juga:  KPK Geledah 2 Apartemen Terkait Kasus PT Taspen, Sita Uang Rp 300 Juta-Tas Mewah

“Akan tetapi menjadi pembenahan sistem yang benar-benar berintegritas, khususnya di internal Bea Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Dalam perkara ini, tiga terdakwa yang menjalani sidang yakni Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Rizal, Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono, serta Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Orlando Hamonangan.

Ketiganya didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 78,8 miliar. Uang tersebut diduga diberikan oleh John Field selaku pimpinan Blueray Cargo, Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manajer Operasional Custom Clearance Pelabuhan Blueray Cargo, serta Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi Blueray Cargo.

Dalam persidangan, asisten pribadi John Field, Yohanes Setiawan, mengaku mengetahui adanya penyiapan uang tunai dalam amplop yang diberi kode tertentu sebelum diserahkan kepada Koh John.

Baca Juga:  KPK Tanggapi Pernyataan Noel soal Operasi Tipu-tipu, Minta Fokus Persidangan

“Disiapkan cash, tunai, dalam amplop, Pak, dan dikasih kode nama yang sesuai catatan,” kata Yohanes saat menjawab pertanyaan jaksa.

Yohanes menjelaskan uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam goodie bag dan diserahkan kepada John Field. Ia mengetahui adanya kode pada amplop karena pernah membawa barang tersebut atas perintah Koh John.

Jaksa kemudian menunjukkan foto amplop yang berasal dari percakapan WhatsApp Yohanes. Dalam sidang, terungkap sejumlah kode yang digunakan, di antaranya BC, Sales 2, dan Biru.

Saksi lain, Viny Liverie Lie yang merupakan HRD PT Blueray Cargo, mengaku menyiapkan 13 amplop terkait pemberian kepada pejabat Bea Cukai. Salah satu amplop disebut berisi uang Rp 5 miliar dengan kode “D”.

Baca Juga:  Muncul Desakan Segera Tahan Sekjen PDI-P Hasto, Begini Kata KPK

Selain pemberian uang, Yohanes juga mengungkap adanya fasilitas hiburan berupa karaoke untuk pejabat Bea Cukai. Ia menyebut John Field memberikan kartu kredit yang digunakan untuk membayar fasilitas tersebut.

“Misalkan ada pertemuan, yang saya alami langsung, contoh di Grand Mercure. Itu kan karaoke dengan Pak Orlando yang di Spectra Grand Mercure. Saya pakai kartu kredit untuk bayar,” ujar Yohanes.

Ia mengaku fasilitas karaoke yang pernah ia bayarkan secara langsung diberikan kepada terdakwa Orlando Hamonangan. Sementara fasilitas untuk pejabat lainnya dibayarkan oleh rekan Koh John.

Perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap sejumlah pejabat Bea Cukai. Ketiga terdakwa kini menjalani proses hukum atas dugaan penerimaan suap dan gratifikasi yang berkaitan dengan pengurusan kegiatan impor PT Blueray Cargo. HUM/GIT

TAGGED: amplop berkode, bea cukai kemenkeu, blueray cargo, Gratifikasi, kasus korupsi, koh john, KPK, pejabat bea cukai, Pengadilan Tipikor, sidang tipikor, suap Bea Cukai, uang suap
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Dewan Pers Kecam Ucapan Hotman Paris kepada Wartawan, Ingatkan Hormati Kerja Jurnalistik
21 Juli 2026
Eks Penyidik KPK Desak Kejagung Usut Fasilitas Konferensi Pers Hotman Paris soal Febrie Adriansyah
21 Juli 2026
Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
21 Juli 2026
PDI-P Surati BGN Minta Data Kader Diduga Terlibat Proyek MBG, Hasto: Belum Ada Balasan
20 Juli 2026
Air Mata Lionel Messi Warnai Final Piala Dunia 2026, Argentina Gagal Pertahankan Gelar
20 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dewan Pers Kecam Ucapan Hotman Paris kepada Wartawan, Ingatkan Hormati Kerja Jurnalistik
21 Juli 2026
Eks Penyidik KPK Desak Kejagung Usut Fasilitas Konferensi Pers Hotman Paris soal Febrie Adriansyah
21 Juli 2026
Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
21 Juli 2026
PDI-P Surati BGN Minta Data Kader Diduga Terlibat Proyek MBG, Hasto: Belum Ada Balasan
20 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

Dewan Pers Kecam Ucapan Hotman Paris kepada Wartawan, Ingatkan Hormati Kerja Jurnalistik

Korupsi

Eks Penyidik KPK Desak Kejagung Usut Fasilitas Konferensi Pers Hotman Paris soal Febrie Adriansyah

Korupsi

Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita

Politik

PDI-P Surati BGN Minta Data Kader Diduga Terlibat Proyek MBG, Hasto: Belum Ada Balasan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?