MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

‘Godfather’ Nigeria di Balik Dewi Astutik Banting Setir dari Scamming

Publisher: Redaktur 5 Desember 2025 3 Min Read
Share
Paryatin alias Dewi Astutik, otak penyelundupan 2 ton sabu, ditangkap BNN di Kamboja. (dok BNN)
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menangkap aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu, Paryatin alias Dewi Astutik, dalam operasi senyap di Sihanoukville, Kamboja.

Penangkapan dilakukan bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, BAIS TNI, serta Ditjen Bea dan Cukai.

Dewi Astutik ditangkap saat menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Operasi digelar cepat dan presisi tanpa menimbulkan gangguan publik.

Ia ditangkap bersama seorang pria asal Pakistan berinisial AH yang diduga sebagai kekasihnya. Setelah diamankan, Dewi dipindahkan ke Phnom Penh untuk verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.

Operasi pengejaran Dewi dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan. Tindakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala BNN RI, Komjenpol Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya membentuk tim khusus untuk operasi pengejaran internasional.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Lantik Irjenpol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala BNN Baru

Suyudi mengapresiasi sinergi aparat Indonesia dan Kamboja dalam penangkapan ini. “Keberhasilan ini menegaskan komitmen BNN RI untuk mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri melalui sinergi kuat antar lembaga,” ujarnya.

Dewi diketahui juga merupakan buronan Korea Selatan. Setiba di Indonesia, ia menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan jaringan internasional yang terlibat.

Jaringan ini beroperasi lintas negara dalam distribusi berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, ke Asia Timur dan Asia Tenggara.

BNN mengungkap bahwa Dewi pernah bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan Mandarin di Kamboja dengan pendapatan sekitar Rp 20 juta per bulan sebelum terlibat jaringan narkotika. Ia kemudian berpindah-pindah negara untuk menghindari penangkapan.

Baca Juga:  BNN Bongkar Peredaran Narkoba di Sumut hingga Sultra

Pada 17 November lalu, BNN menerima informasi mengenai keberadaan Dewi di Phnom Penh dan langsung melakukan operasi penangkapan dengan dukungan aparat Kamboja.

Dewi mulanya bekerja di tempat scamming di Kamboja. Ia kemudian terlibat jual beli narkotika setelah bertemu seorang WN Nigeria berinisial DON yang disebut sebagai ‘godfather’. DON menjadi penjaga, penyandang dana, dan pemasok barang narkotika kepada Dewi sejak 2023.

Dewi dan DON melakukan operasi narkotika lintas Asia–Afrika sejak awal 2024. Dewi mengatur suplai dan pengemasan barang serta mengoordinasikan kurir, sementara DON memasok narkotika dan membiayai jaringan. DON kini telah ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat sebagai buronan DEA. HUM/GIT

Baca Juga:  Dicurigai Mata-Mata Cina, Buronan Filipina Alice Guo Ditangkap di Tangerang
TAGGED: Atase Pertahanan RI, BAIS TNI, BNN, Dewi Astutik, Ditjen Bea dan Cukai, KBRI Phnom Penh, Kepala BNN RI, Kepolisian Kamboja, Komjenpol Suyudi Ario Seto, operasi internasional, penangkapan buronan narkoba, sabu 2 ton
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

KPK Sita Uang Rp 610 Juta dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
15 Maret 2026
KPK Ungkap Dugaan Pemerasan THR Bupati Cilacap Sudah Terjadi Sejak 2025
15 Maret 2026
KPK Ungkap Bupati Cilacap Ancam Kadis yang Tak Setor Dana THR hingga Rp 750 Juta
15 Maret 2026
PKB Hormati Proses Hukum KPK atas OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
15 Maret 2026
Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji, membagikan bingkisan parcel kepada para relawan penjaga pintu palang kereta api.
PDIP Surabaya Sasar Relawan Perlintasan Kereta Api, 9.000 Paket Sembako Dibagikan Jelang Lebaran
14 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Sita Uang Rp 610 Juta dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
15 Maret 2026
KPK Ungkap Dugaan Pemerasan THR Bupati Cilacap Sudah Terjadi Sejak 2025
15 Maret 2026
KPK Ungkap Bupati Cilacap Ancam Kadis yang Tak Setor Dana THR hingga Rp 750 Juta
15 Maret 2026
PKB Hormati Proses Hukum KPK atas OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
15 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

KPK Sita Uang Rp 610 Juta dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Korupsi

KPK Ungkap Dugaan Pemerasan THR Bupati Cilacap Sudah Terjadi Sejak 2025

Korupsi

KPK Ungkap Bupati Cilacap Ancam Kadis yang Tak Setor Dana THR hingga Rp 750 Juta

Korupsi

PKB Hormati Proses Hukum KPK atas OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?