MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Santer Isu Reshuffle Kabinet, Menteri, Petinggi Partai, hingga Istana Buka Suara

Publisher: Redaktur 7 Juni 2025 5 Min Read
Share
Ilustrasi Kabinet Merah Putih.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih belakangan ini kembali mencuat ke permukaan.

Beberapa menteri diisukan akan diganti posisinya oleh Presiden Prabowo Subianto, memicu beragam spekulasi dan tanggapan dari berbagai pihak, mulai dari anggota kabinet, petinggi partai, hingga Istana Kepresidenan.

Istana Anggap Isu Reshuffle Hanya Spekulasi dan Aspirasi
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi angkat bicara mengenai desas-desus reshuffle ini. Ia menegaskan bahwa segala informasi yang beredar terkait perombakan kabinet masih bersifat spekulasi.

“Lagi-lagi saya mau menyampaikan kepada teman-teman, semua informasi yang beredar di luar tentu sifatnya masih spekulasi, walaupun reshuffle itu bisa saja dilakukan oleh Presiden kapan pun Presiden mau,” kata Hasan kepada wartawan di kantor PCO, Jakarta Pusat, Selasa 3 Juni 2025.

Hasan menganggap daftar nama anggota kabinet yang diisukan akan di-reshuffle bisa saja merupakan aspirasi dari masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki penilaian yang menyeluruh dan objektif terhadap kinerja para menterinya.

“Orang yang di luar kan nebak-nebak saja, melakukan spekulasi saja. Atau aspirasi, tolong ganti ini, tolong ganti ini, itu bisa juga berupa aspirasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Prabowo Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Pagi Ini, Wamen Siang Nanti

“Tapi Presiden tentu punya penilaian yang menyeluruh, yang objektif. Apa kelebihan, apa kekurangan, masih dibutuhkan atau tidak, ini masih bisa dipertahankan atau tidak, Presiden tentu punya penilaian yang lebih menyeluruh,” tambah Hasan.

Hasan juga menegaskan bahwa reshuffle adalah hak prerogatif Presiden, dan suara-suara yang beredar terkait hal ini dianggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

Isu Pencopotan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Salah satu nama yang paling disorot dalam isu reshuffle adalah Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menanggapi hal ini, Budi menyerahkan sepenuhnya kepada hak prerogatif Presiden.

“Wah itu, itu haknya beliau. Tanya beliau ya,” kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3 Juni 2025.

Isu pencopotan Budi Gunadi mencuat setelah pernyataannya mengenai ukuran celana jins di atas 32, yang disebutnya sebagai ‘alarm’ risiko kematian dini bagi pria, menjadi viral.

Baca Juga:  Ini Susunan Lengkap Pengurus DPP Golkar Era Ketum Bahlil

Saat ditanya apakah ia mendapat teguran dari Presiden Prabowo terkait hal itu, Budi menepisnya dengan berkelakar. Ia mengaku justru mendapatkan hidangan air kelapa dan senyuman dari Prabowo saat bertemu di Istana.

“Kita dikasih minum air kelapa, dikasih sampai 2 gelas,” ujarnya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kemudian memastikan bahwa pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Menkes Budi tidak membahas reshuffle kabinet.

Menurut Teddy, pertemuan tersebut fokus pada isu-isu kesehatan nasional, termasuk penambahan jumlah dokter umum dan spesialis serta peningkatan kesejahteraan dokter.

“Dalam pertemuan Presiden dengan Menkes pada Selasa kemarin sih, kita hanya membicarakan sejumlah isu kesehatan nasional,” kata Teddy kepada wartawan, Rabu 4 Juni 2025. Ia menegaskan tidak ada pembahasan reshuffle, termasuk isu penggantian posisi Budi Gunadi sebagai Menkes.

Erick Thohir Bantah Isu Pengunduran Diri
Tak hanya Menkes, Menteri BUMN Erick Thohir juga turut menjadi sasaran isu liar. Ia membantah keras kabar yang menyatakan dirinya akan mengundurkan diri dari jabatannya.

“Mengundurkan diri? Oh nggak bener. Orang lagi enak-enaknya kok mengundurkan diri,” kata Erick kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 4 Juni 2025.

Baca Juga:  Mahasiswa Jatim Gugat KPU RI Terkait Tahapan Pilpres 2024: Prabowo-Gibran Tergugat

Erick berkelakar bahwa banyak isu liar yang menargetkannya, bahkan ia memprediksi akan ada gosip lain yang menyebutnya akan mengundurkan diri dari Ketua Umum PSSI.

“Nanti bentar lagi ada gosip. ‘Pak Erick katanya mau ngundurin diri jadi Ketua PSSI di Kongres ini’,” ujarnya.

Golkar Serahkan Sepenuhnya kepada Presiden
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia juga turut menanggapi isu reshuffle.

Senada dengan pernyataan pihak Istana dan menteri lainnya, Bahlil menegaskan bahwa urusan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.

“Urusan kabinet itu urusan Al Mukarom Bapak Presiden,” kata Bahlil kepada wartawan di DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat 6 Juni 2025.

Bahlil enggan berkomentar lebih jauh, menekankan bahwa kewenangan perombakan kabinet ada di tangan Presiden.

“Jangan kita mengambil bagian yang bukan hak kita karena itu hak prerogatif Bapak Presiden,” tuturnya. HUM/GIT

TAGGED: Bahlil Lahadalia, budi gunadi sadikin, Erick Thohir, Hasan Nasbi, Kabinet, Kabinet Merah Putih, Prabowo Subianto, Reshuffle, Teddy Indra Wijaya
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Andrie Yunus Tolak Peradilan Militer, Minta Kasus Air Keras Diadili Umum
9 April 2026
Komnas HAM Minta Akses Periksa 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus
9 April 2026
Presiden Prabowo Singgung Kelompok Anti Kerja Sama, Pemerintah Tetap Fokus Rakyat
9 April 2026
Komisi I DPR Nilai Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Momentum Stabilitas Kawasan
9 April 2026
Direktur N Co-Living Ditangkap di Jakarta Utara, Diduga Legalkan Peredaran Narkoba
9 April 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Andrie Yunus Tolak Peradilan Militer, Minta Kasus Air Keras Diadili Umum
9 April 2026
Komnas HAM Minta Akses Periksa 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus
9 April 2026
Presiden Prabowo Singgung Kelompok Anti Kerja Sama, Pemerintah Tetap Fokus Rakyat
9 April 2026
Komisi I DPR Nilai Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Momentum Stabilitas Kawasan
9 April 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Andrie Yunus Tolak Peradilan Militer, Minta Kasus Air Keras Diadili Umum

Hukum

Komnas HAM Minta Akses Periksa 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus

Pemerintahan

Presiden Prabowo Singgung Kelompok Anti Kerja Sama, Pemerintah Tetap Fokus Rakyat

Nasional

Komisi I DPR Nilai Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Momentum Stabilitas Kawasan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?