MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Golkar Usung Prabowo pada Pilpres 2029, Pengamat Singgung Peluang Gibran

Publisher: Redaktur 10 Oktober 2026 4 Min Read
Share
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Partai Golkar menyatakan akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029, tetapi belum menentukan calon wakil presiden pendampingnya, Sabtu 10 Oktober 2026.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai keputusan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk kembali mendampingi Prabowo pada periode kedua.

“Bagi Golkar di 2029, Prabowo yes, Gibran no. Tentu ini tak lepas dari pernyataan Golkar yang memastikan akan usung Prabowo kembali, sementara untuk cawapres seperti Golkar enggan usung Gibran,” kata Adi kepada wartawan, Sabtu 10 Oktober 2026.

Adi menilai Golkar bersikap realistis dengan kembali mendukung Prabowo. Menurut dia, posisi Prabowo sebagai petahana menjadi salah satu pertimbangan partai tersebut.

“Golkar bersikap realistis dengan dukung Prabowo kembali di 2029. Apa pun judulnya Prabowo petahana yang punya segala instrumen untuk menang mudah,” ujarnya.

Di sisi lain, Adi menyoroti elektabilitas Gibran yang dinilainya belum menonjol serta posisinya yang tidak memiliki partai politik sendiri.

Baca Juga:  Desmond Junaidi di Mata Adies Kadir, Milikki Kemampuan Hukum yang Cukup Mumpuni

Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi pertimbangan dalam wacana pencalonan kembali Gibran sebagai cawapres.

“Sementara pada saat bersamaan Gibran selain elektabilitasnya tak mentereng plus tak punya partai. Bagi Golkar sepertinya tak rasional usung Gibran lagi,” katanya.

Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro juga menilai koalisi pemerintahan saat ini lebih berfokus menyukseskan pemerintahan Prabowo hingga periode kedua.

Namun, sosok yang akan mendampingi Prabowo sebagai cawapres belum diketahui.

“Secara institusional jelas ya bahwa koalisi pemerintah hari ini memang lebih fokus menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo sampai periode kedua dengan cawapres yang masih kita belum tahu siapa pendampingnya pasca tidak lagi Mas Gibran,” kata Agung.

Agung menyebut Golkar merupakan salah satu partai yang mendukung pemerintahan Prabowo.

Menurut dia, posisi partai tersebut di kabinet tercermin dari keberadaan dua menteri koordinator yang berasal dari Golkar, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Hilirisasi Bahlil Lahadalia.

Baca Juga:  Luhut Buka Suara Usai Airlangga Hartarto Mundur dari Ketua Umum Golkar

“Karena Golkar menjadi loyalis utama yang hari ini mendukung secara optimal pemerintahan. Dan itu terbukti ketika posisi Golkar sekarang bertambah dengan kehadiran dua menko, yakni Menko Perekonomian atas nama Pak Airlangga dan Menko Hilirisasi Pak Bahlil,” ujarnya.

Agung menilai komposisi kabinet tersebut menunjukkan posisi Golkar dalam koalisi pemerintahan Prabowo.

“Itu sebuah bentuk nyata bahwa Golkar lebih dibanding partai koalisi lain, seperti Demokrat yang hanya satu menko, PKB hanya satu Menko, PAN satu Menko tapi dua Wamenko,” katanya.

Menurut Agung, dukungan Golkar terhadap pencalonan Prabowo pada 2029 dapat dipahami dalam konteks posisi partai tersebut di pemerintahan.

Dia juga menilai belum disebutkannya nama cawapres membuka kemungkinan munculnya kandidat selain Gibran.

“Jadi Golkar dan PAN termasuk partai pengusung utama presiden hari ini dan ketika Golkar menyatakan demikian otomatis secara institusional kemungkinan besar wapresnya Pak Prabowo di periode kedua nanti bukan Mas Wakil Presiden Gibran,” katanya.

Baca Juga:  Komisi III akan Perjuangkan Usulan Tambahan Anggaran Kemenkumham

Agung juga menyoroti hubungan politik antara Golkar dan Prabowo serta kemungkinan adanya pertimbangan lain dalam menentukan pendamping presiden pada periode berikutnya.

“Bagaimana cara personal, ya ini bentuk real dari loyalitas Golkar. Dalam konteks ini Pak Bahlil yang tegak lurus dengan Presiden, kita akan melihat gestur dan ekspresi politik Presiden yang memang dalam tanda kutip lebih memilih untuk mencari alternatif di luar nama Mas Gibran sebagai pendampingnya di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agung menyebut dinamika politik yang melibatkan Gibran selama menjalankan pemerintahan juga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan pasangan Prabowo pada Pilpres 2029.

“Berbagai macam dinamika politik dan kasus-kasus politik yang selama ini dihadapi oleh Mas Gibran,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: Adi Prayitno, Agung Baskoro, Airlangga Hartarto, Bahlil Lahadalia, cawapres 2029, Gibran, Golkar, koalisi Prabowo, Pilpres 2029, politik nasional, PPI, Prabowo, Trias Politika
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Jokowi Buka Suara soal Ijazah SMA Gibran, Singgung Beda Sistem Pendidikan
10 Oktober 2026
Pemakzulan Gibran Mengemuka, PKB Masih Kaji Putusan MK
10 Oktober 2026
Petugas yang Beri Bebas Bersyarat Mas Bechi dan Indra Kenz Disanksi
10 Oktober 2026
Mas Bechi Kembali ke Lapas Malang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut
10 Oktober 2026
Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut, Sisa Hukuman 7 Tahun Penjara Dihitung Ulang
10 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Jokowi Buka Suara soal Ijazah SMA Gibran, Singgung Beda Sistem Pendidikan
10 Oktober 2026
Pemakzulan Gibran Mengemuka, PKB Masih Kaji Putusan MK
10 Oktober 2026
Petugas yang Beri Bebas Bersyarat Mas Bechi dan Indra Kenz Disanksi
10 Oktober 2026
Mas Bechi Kembali ke Lapas Malang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut
10 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

Jokowi Buka Suara soal Ijazah SMA Gibran, Singgung Beda Sistem Pendidikan

Hukum

Pemakzulan Gibran Mengemuka, PKB Masih Kaji Putusan MK

Pemasyarakatan

Petugas yang Beri Bebas Bersyarat Mas Bechi dan Indra Kenz Disanksi

Pemasyarakatan

Mas Bechi Kembali ke Lapas Malang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?