JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengirim spanduk ‘satire’ piagam penghargaan ke Gedung KPK terkait pengalihan status tahanan rumah eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Selasa, 24 Maret 2026.
KPK menyambut positif kiriman tersebut sebagai bentuk ekspresi publik.
“KPK memandang ini sebagai bentuk ekspresi publik yang kami terima secara positif. Sebagai lembaga penegak hukum, KPK senantiasa terbuka terhadap berbagai kritik, saran, dan masukan konstruktif dalam upaya pemberantasan korupsi,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Budi menilai tindakan MAKI mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap penegakan hukum dan partisipasi publik sebagai pengawas proses KPK.
“Kami melihat hal ini juga mencerminkan tingginya perhatian, harapan, sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan KPK. Partisipasi publik, dalam berbagai bentuknya, merupakan elemen penting dalam menjaga integritas dan akuntabilitas lembaga,” tambahnya.
Budi menegaskan KPK menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pemberantasan korupsi dan berfungsi sebagai pengawas (watchdog) untuk memastikan setiap proses berjalan transparan.
Sebelumnya, Boyamin mengirim lima banner piagam penghargaan kepada KPK bertuliskan rekor pengalihan tahanan rumah orang istimewa.
“Hari ini saya mengirimkan lima banner piagam penghargaan kepada KPK. Selamat atas pemecahan rekor, yaitu pengalihan penahanan rumah dari MORI, Museum Orang Real Indonesia. Orang istimewa,” kata Boyamin.
Ia berharap piagam tersebut menjadi pengingat bagi KPK agar tidak mengulangi kesalahan serupa yang bisa merusak pemberantasan korupsi di masa depan.
“Meskipun YCQ sudah balik Rutan KPK, namun banner tetap diperlukan karena peristiwa pengalihan tahanan rumah YCQ telah terjadi sehingga dimaksudkan jadi pengingat KPK untuk tidak ulangi blunder-blunder yang tidak perlu,” ujar Boyamin.
Diketahui, Yaqut sempat menjadi tahanan rumah sejak Kamis 19 Maret 2026 sebelum kembali ditahan di Rutan KPK pada Senin 23 Maret 2026 setelah menjalani serangkaian tes kesehatan. HUM/GIT

