JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan keprihatinan atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus serta menyampaikan instruksi Presiden untuk mengusutnya secara objektif dan terbuka, Selasa, 17 Maret 2026.
“Ya tentu kita sangat prihatin dengan kejadian itu dan sebagaimana sudah disampaikan Bapak Kapolri, Bapak Presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya,” kata Prasetyo Hadi.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menuntaskan kasus tersebut setelah menerima perintah langsung dari Presiden.
“Terkait penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” ujar Listyo Sigit Prabowo.
Ia menjelaskan, pengungkapan kasus akan menggunakan metode scientific crime investigation dengan mengumpulkan dan mendalami berbagai informasi di lapangan.
“Langkah-langkah yang kita lakukan tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi yang nantinya akan didalami satu per satu,” tuturnya.
Selain itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombespol Iman Imanuddin mengungkapkan pelaku berjumlah empat orang yang mengendarai dua sepeda motor dan berpencar setelah melakukan aksi.
Satu kelompok pelaku melarikan diri melawan arus dari Jalan Salemba menuju Pasar Senen hingga ke wilayah Jakarta Selatan.
“Kemudian satu kendaraan lainnya bergerak lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2, Matraman, hingga terpantau menuju Jatinegara dan Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur,” kata Iman Imanuddin.
Dalam rekaman CCTV yang dianalisis secara digital, salah satu pelaku diketahui sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelarian ke sejumlah wilayah.
“Setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian dan berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan Bogor,” ujarnya.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti untuk mengungkap para pelaku serta motif di balik aksi tersebut. HUM/GIT

