JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan Selat Hormuz tetap dibuka bagi negara-negara yang mematuhi protokol lalu lintas pelayaran dan tidak bekerja sama dengan pihak musuh, Minggu 15 Maret 2026.
Boroujerdi menyampaikan negara yang tidak membantu pihak musuh serta mematuhi aturan pelayaran tetap diperbolehkan melintasi selat strategis tersebut, khususnya dalam situasi perang.
“Tentu negara-negara yang tidak bekerja sama dengan pihak musuh, dan mereka yang mematuhi protokol lalu lintas dari Selat Hormuz, khususnya pada saat perang, mereka bisa melewati Selat Hormuz,” kata Boroujerdi di kediamannya di Jakarta.
Ia menjelaskan Selat Hormuz juga tetap terbuka bagi negara yang tidak mengizinkan wilayahnya dimanfaatkan untuk menyerang Iran. Bahkan, menurutnya, dua kapal Indonesia telah diizinkan melintasi selat tersebut.
Namun demikian, Boroujerdi menegaskan Iran tetap harus memastikan keamanan wilayahnya di tengah meningkatnya serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
“Jika ini tidak aman bagi kami, maka tidak aman bagi semuanya. Protokol lalu lintas di Selat Hormuz pada saat perang mengizinkan kapal-kapal untuk lewat,” ujarnya.
Ia juga menyatakan pihak yang disebut sebagai musuh masih terus melakukan serangan terhadap sejumlah wilayah Iran, termasuk menargetkan rumah warga, fasilitas sipil, dan tempat publik.
Menurut Boroujerdi, Iran akan terus melakukan perlawanan dan tidak akan berkompromi dengan pihak yang dianggap sebagai musuh.
“Kami tidak akan kompromi dengan pihak musuh,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi usai menghadiri acara santunan bagi 200 siswi Muslim Indonesia di Jakarta untuk mengenang 175 siswi yang tewas dalam serangan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran.
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan menewaskan ratusan warga sipil, termasuk 175 siswi di Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran selatan.
Selain korban meninggal, lebih dari 95 anak dilaporkan mengalami luka akibat serangan tersebut. HUM/GIT


