SEMARANG, Memoindonesia.co.id — Antusiasme masyarakat membanjiri layanan Paspor Simpatik yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang. Dalam rangka peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76, layanan paspor khusus ini sukses menyedot ratusan pemohon meski dilaksanakan di luar hari kerja.
Kegiatan IMIGRASI MELAYANI tersebut berlangsung di Unit Layanan Paspor (ULP) Manunggal Jati, Sabtu (17/1/2026).
Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi untuk mengurus paspor baru maupun penggantian. Dari total 500 kuota yang disediakan, 201 permohonan paspor berhasil dilayani secara tertib dan lancar.
Tingginya minat masyarakat menjadi cerminan kuat akan kebutuhan layanan paspor yang mudah diakses, cepat, dan ramah, terutama bagi warga yang terkendala waktu di hari kerja.
Supervisor ULP Manunggal Jati, Yuanita Kartika Putri, menegaskan bahwa Paspor Simpatik bukan sekadar program seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam pelayanan publik.
“Respons masyarakat sangat positif. Dari 500 kuota, 201 permohonan telah diambil dan dilayani dengan tertib. Ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat,” ujar Yuanita.
Ia memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar, mengedepankan kecepatan, transparansi, dan kenyamanan pemohon.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang humanis dan profesional. Melalui Paspor Simpatik, Imigrasi ingin semakin dekat dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Melalui layanan Paspor Simpatik ini, Kantor Imigrasi Semarang menegaskan bahwa Hari Bhakti Imigrasi bukan sekadar peringatan. HUM/BAD


