JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Polisi terus mengusut kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta dan memastikan anak berkonflik dengan hukum yang menjadi pelaku telah keluar dari RS Polri serta dititipkan di rumah aman pada Sabtu 29 November 2025.
Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat 17 November 2025 saat khotbah salat Jumat.
Sebanyak 96 orang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto mengatakan ABH telah dititipkan ke rumah aman setelah keluar dari RS Polri.
“Dititip di rumah aman hasil koordinasi dengan Dinsos, KPAI, Bapas, UPT P3A, dan Apsifor,” kata Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Sabtu 29 November 2025.
Budi menjelaskan ABH masih menjalani penanganan psikis oleh dokter psikologis. Ia menyebut dua siswa korban ledakan masih dirawat di RS Yasri dan RSCM.
“ABH sudah keluar dari RS dan masih dilakukan penanganan psikis oleh dokter psikologis,” ujarnya.
Polisi telah memeriksa ayah ABH sebanyak dua kali. Teman sekolah ABH juga telah dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, ABH diketahui merupakan sosok pendiam.
“ABH sosok pendiam,” kata Kombes Budi Hermanto saat dihubungi, Jumat 28 November 2025.
Budi mengatakan ABH dikenal pendiam sejak kecil dan semakin menyendiri beberapa bulan terakhir.
“(Pendiam) dari kecil, tapi beberapa bulan belakangan semakin penyendiri dan menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan,” ujarnya.
Terkait kemungkinan trauma atau riwayat perundungan, Budi menyebut hal itu baru dapat dipastikan setelah pemeriksaan lebih lanjut.
“Kalau trauma itu perlu dinilai dan kaji dari ABH,” jelasnya.
Budi menyampaikan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan KPAI, Dinas Sosial DKI Jakarta, UPT P3A, APSIFOR, dokter medis dan psikis, serta rumah aman untuk menentukan waktu pemeriksaan ABH.
“Kita berkoordinasi untuk mencari waktu yang tepat saat kita mulai menggali atau meminta keterangan kepada ABH,” ucap Budi.
Ia menambahkan kegiatan belajar di SMAN 72 Jakarta telah berangsur normal. Pendampingan trauma healing masih berlangsung bagi korban maupun keluarga korban.
“Ini tim trauma healing masih berjalan untuk memberikan pendampingan,” tutur Budi. HUM/GIT

