MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

13 Santri Korban Ponpes Sidoarjo Masih Dirawat, Dua Harus Jalani Amputasi

Publisher: Redaktur 2 Oktober 2025 2 Min Read
Share
Menteri Sosial Gus Ipul di dampingi Wagub Emil Dardak melihat hasil rontgen Haical di rumah sakit.
Ad imageAd image

SIDOARJO, Memoindonesia.co.id – Sebanyak 13 santri korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, hingga Kamis 2 Oktober 2025 masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sidoarjo. Dua di antaranya harus menjalani amputasi akibat luka serius.

Direktur RSUD Sidoarjo, dr. Antok Irawan, menyebut kondisi para santri korban musibah tersebut kini relatif stabil, meski sebagian besar masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.

“Yang kami rawat kemarin ada delapan, sore bertambah lima, jadi total ada 13 santri yang saat ini masih dirawat. Alhamdulillah kondisi mereka stabil, meski ada yang harus menjalani operasi besar,” ujarnya.

Baca Juga:  Polda Jatim Naikkan Kasus Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny ke Tahap Penyidikan

Salah satu korban yang menyita perhatian adalah Syahlendra Haikal (13). Haikal sempat tertimbun reruntuhan selama dua hari sebelum berhasil dievakuasi. Kini kondisinya mulai pulih, meski tubuhnya masih lemah.

“Haikal ini luar biasa, sempat dievakuasi cukup lama tapi komunikasinya lancar. Bahkan dia sempat ngobrol banyak dengan kami,” kata Antok.

Selain Haikal, sejumlah santri lain yang masih dirawat antara lain:

  • Wahyudi (15), menjalani operasi dan kini kembali ke ruang rawat inap.

  • Al Fatih, putra ustaz Abdul Hanan dari Bangkalan, mengalami luka ringan.

  • Taufan Saputra Dewa (17), mengalami lebam di kaki.

  • Abdul Rozi (13), menjalani amputasi kaki setelah sebelumnya sudah diamputasi lengan kirinya.

“Untuk Abdul Rozi, tulangnya normal, tidak ada retakan. Tapi pembuluh darah terjepit, aliran nutrisi tidak bagus, dan sudah mengalami nekrosis (jaringan membusuk). Jadi tindakan amputasi memang harus dilakukan,” jelas Antok.

Antok menambahkan, meski banyak korban mengalami luka serius, semangat para santri tetap kuat. Tim psikologi rumah sakit juga turut mendampingi untuk mempercepat pemulihan mental.

“Saya lihat mental anak-anak ini luar biasa. Bahkan Haikal sudah bisa makan dengan lahap. Ada juga yang hanya minta kue karena terbiasa puasa,” ungkapnya.

Dari total 13 santri, satu masih berada di ruang ICU untuk observasi ketat. Beberapa santri lain yang kondisinya membaik rencananya segera dipulangkan.

“Alhamdulillah, bahkan santri yang sudah diamputasi bisa makan dengan baik, sehari empat kali. Artinya pemulihan berjalan bagus,” pungkas Antok. HUM/GIT

Baca Juga:  Fakta Dramatis Amputasi Darurat Selamatkan Santri Nur Ahmad di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny
TAGGED: dirawat, Ponpes Al Khoziny, Ponpes Sidoarjo, Santri
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di bandara internasional, siap siaga memberikan pelayanan keimigrasian terbaik.
WFH Berlaku Tiap Jumat, Imigrasi Pastikan Layanan Tetap Gaspol Tanpa Gangguan
10 April 2026
Jusuf Kalla Soroti Polemik Ijazah Jokowi, Kuasa Hukum Dorong Segera Disidangkan
10 April 2026
Komnas HAM Tunggu TNI, Pemeriksaan 4 Prajurit Tersangka Penyiraman Andrie Yunus Belum Jelas
10 April 2026
Prabowo Sebut Indonesia Bisa Setop Impor BBM dalam 2-3 Tahun
10 April 2026
Kasus Korupsi Minyak Seret Riza Chalid Jadi Tersangka Kedua Kali
10 April 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di bandara internasional, siap siaga memberikan pelayanan keimigrasian terbaik.
WFH Berlaku Tiap Jumat, Imigrasi Pastikan Layanan Tetap Gaspol Tanpa Gangguan
10 April 2026
Jusuf Kalla Soroti Polemik Ijazah Jokowi, Kuasa Hukum Dorong Segera Disidangkan
10 April 2026
Komnas HAM Tunggu TNI, Pemeriksaan 4 Prajurit Tersangka Penyiraman Andrie Yunus Belum Jelas
10 April 2026
Prabowo Sebut Indonesia Bisa Setop Impor BBM dalam 2-3 Tahun
10 April 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di bandara internasional, siap siaga memberikan pelayanan keimigrasian terbaik.
Imigrasi

WFH Berlaku Tiap Jumat, Imigrasi Pastikan Layanan Tetap Gaspol Tanpa Gangguan

Hukum

Jusuf Kalla Soroti Polemik Ijazah Jokowi, Kuasa Hukum Dorong Segera Disidangkan

Hukum

Komnas HAM Tunggu TNI, Pemeriksaan 4 Prajurit Tersangka Penyiraman Andrie Yunus Belum Jelas

Nasional

Prabowo Sebut Indonesia Bisa Setop Impor BBM dalam 2-3 Tahun

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?