MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Negara Menyapa di Titik Nol: Imigrasi Atambua Mendobrak Batas, Mendekatkan Pelayanan

Publisher: Admin 8 Agustus 2025 3 Min Read
Share
Petugas Imigrasi Atambua melayani pembuatan paspor bertajuk Pos Lintas Batas Simpatik.
Petugas Imigrasi Atambua melayani pembuatan paspor bertajuk Pos Lintas Batas Simpatik.
Ad imageAd image

ATAMBUA, Memoindonesia.co.id – Di sudut-sudut negeri yang kerap terlupakan, di mana batas negara hanya berwujud kawat duri dan jalan berbatu, negara hadir—bukan dalam bentuk pidato atau janji yang tertunda, tapi lewat tangan-tangan yang bekerja, menyentuh langsung kehidupan rakyatnya.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua membawa Pas Lintas Batas (PLB) Simpatik langsung ke dua titik terdepan Indonesia: Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, dan Pos Lintas Batas Tradisional Haumeni Ana, Kabupaten Timor Tengah Utara. Program jemput bola ini bukan sekadar pelayanan, tetapi perwujudan nyata kehadiran negara di garis batas.

Petugas imigrasi bersama perangkat desa setempat foto bersama usai kegiatan pembuatan paspor kolektif Pos Lintas Batas Simpatik.
Petugas imigrasi bersama perangkat desa setempat foto bersama usai kegiatan pembuatan paspor kolektif Pos Lintas Batas Simpatik.

“Pelayanan ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan akses keimigrasian yang mudah, cepat, dan langsung menjangkau masyarakat perbatasan,” tegas Putu Agus Eka Putra, Kepala Kantor Imigrasi Atambua.

Baca Juga:  Imigrasi Sumbawa Siap Beri Pelayanan WNA dengan Tetap Perhatikan Hukum yang Berlaku

Bukan hanya dokumen yang diberikan—tetapi juga pemahaman, edukasi, dan rasa aman. Warga tak lagi harus berjalan puluhan kilometer demi selembar dokumen.

Sebaliknya, negara yang datang mendekat. Di sela antrean, mereka diberi penyuluhan tentang pentingnya dokumen resmi, bahaya pelintasan ilegal, dan cara aman keluar-masuk wilayah sesuai hukum.

Hasilnya? 99 dokumen PLB berhasil diproses—53 di Maumutin, 46 di Haumeni Ana. Namun lebih dari angka, yang paling terasa adalah kelegaan dan rasa dihargai yang terpancar dari wajah warga. Negara hadir bukan sebagai penjaga batas semata, tapi sebagai pelayan yang mengerti denyut nadi rakyatnya.

Baca Juga:  Kepala Kantor Imigrasi Sumbawa Barat Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2025

“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang inklusif dan adaptif di wilayah 3T. Arahan Bapak Menteri sangat jelas: layanan imigrasi harus hadir secara humanis, empatik, dan menjangkau semua, bahkan hingga ke ujung negeri,” ujar Arivin Gumilang, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT.

Menjelang Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, langkah ini menjadi simbol bahwa kedaulatan bukan hanya dijaga dengan senjata, tapi juga dengan pelayanan. Di bawah kibaran Merah Putih yang tegak di tanah perbatasan, setiap PLB yang diberikan adalah bukti: negara tidak pernah absen.

Sepanjang Agustus, pendekatan on the spot akan terus digalakkan. Imigrasi Atambua hadir di garis depan, dari Maumutin hingga Haumeni Ana, membuktikan bahwa batas negara bukanlah batas pengabdian. Di langit biru perbatasan, negara tidak berteriak—tetapi berbisik lembut kepada rakyatnya: “Aku tak pernah jauh darimu.” HUM/BAD

Baca Juga:  Songsong Pilkada 2024, PDI Perjuangan Panaskan Mesin Partai, Ajak Ribuan Warga Senam Cinta Tanah Air
TAGGED: Hari Kemerdekaan ke-80, Imigrasi Atambua, Pos Lintas Batas, Putu Agus Eka Putra, Republik Indonesia, Simpatik
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Dito Ariotedjo Jadi Saksi Sidang Korupsi Kuota Haji, KPK Ungkap Perannya
10 September 2026
Aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Diprotes APJAPI, Penumpang Bisa Kena Biaya Tambahan
10 September 2026
Siswi Keracunan MBG Diduga Hilang Ingatan, DPR Minta BGN Tanggung Biaya Perawatan
10 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau, DPR Desak Pencarian Maksimal
10 September 2026
Keluarga 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Datangi Posko SAR, Berharap Selamat
10 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dito Ariotedjo Jadi Saksi Sidang Korupsi Kuota Haji, KPK Ungkap Perannya
10 September 2026
Aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Diprotes APJAPI, Penumpang Bisa Kena Biaya Tambahan
10 September 2026
Siswi Keracunan MBG Diduga Hilang Ingatan, DPR Minta BGN Tanggung Biaya Perawatan
10 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau, DPR Desak Pencarian Maksimal
10 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Dito Ariotedjo Jadi Saksi Sidang Korupsi Kuota Haji, KPK Ungkap Perannya

Nasional

Aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Diprotes APJAPI, Penumpang Bisa Kena Biaya Tambahan

Nasional

Siswi Keracunan MBG Diduga Hilang Ingatan, DPR Minta BGN Tanggung Biaya Perawatan

Peristiwa

5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau, DPR Desak Pencarian Maksimal

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?