MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Sanggahan Sugeng IPW terkait Pelaporan Ganjar ke KPK yang Dikaitkan dengan PSI

Publisher: Redaktur 8 Maret 2024 2 Min Read
Share
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Indonesia Police Watch (IPW) telah melaporkan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan gratifikasi di Bank Jawa Tengah (Jateng). Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, menegaskan bahwa laporan tersebut tidak bersifat politis karena dirinya merupakan kader PSI.

Kontroversi muncul ketika KPK menegaskan bahwa penyelidikan terhadap Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2023, Ganjar Pranowo, terkait dugaan penerimaan gratifikasi tidak memiliki keterkaitan dengan urusan politik. Namun, politikus dari PDIP, Deddy Sitorus, meragukan klaim tersebut.

“Deddy menganggap laporan tersebut bermuatan politis dan ditujukan untuk mengalihkan perhatian dari isu-isu seputar pengajuan hak angket terhadap proses pemilu dan dugaan penggelembungan suara di beberapa daerah. Deddy juga menyinggung bahwa pelapor merupakan anggota PSI di wilayah Bogor,” ungkap Deddy.

Baca Juga:  Lingkaran Korupsi di Kemendikbud: Nadiem Jadi Tersangka Chromebook, Kasus Google Cloud Menanti di KPK

Sugeng menyangkal adanya keterkaitan antara laporannya dengan keanggotaannya di PSI. Dia menjelaskan bahwa sebagai Ketua IPW, pelaporan yang dia lakukan tidak dipengaruhi oleh jabatan atau afiliasi politiknya.

“Bila dilihat dari perspektif PSI, pelaporan IPW yang saya lakukan sebagai Ketua IPW tidak memiliki hubungan dengan posisi saya sebagai Ketua DPD PSI Kota Bogor maupun anggota PSI. IPW bukanlah bagian dari struktur PSI,” tegas Sugeng pada Kamis, 7 Maret 2024.

Sugeng juga mengakui bahwa dia telah mendapatkan informasi terkait upaya laporan tersebut sejak lama. Dia menjelaskan bahwa pelaporan tersebut dilakukan setelah proses pemungutan suara pada 14 Februari, dengan pertimbangan bahwa masa kontestasi politik telah berakhir dan hanya tinggal menunggu proses perhitungan suara.

Baca Juga:  KPK Selidiki Dugaan Kasus Proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta Bandung

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, juga menegaskan bahwa pelaporan Sugeng tidak bersifat politis. Grace menegaskan bahwa dalam pelaporan tersebut tidak ada kaitan dengan keanggotaan Sugeng di PSI.

“Pak Sugeng melaporkan sebagai warga negara dan Ketua IPW, tanpa ada kaitannya dengan PSI,” kata Grace. CAK/RAZ

TAGGED: Ganjar Pranowo, Gratifikasi, IPW, KPK, Mantan Dirut Bank Jateng, Mantan Gubernur Jateng, Sugeng Teguh Santoso
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Jajaran petugas Imigrasi Juanda bersama jajaran perwakilan Forkopimda Surabaya me-launching Beranda Imigrasi BG Junction.
Identitas Diseragamkan, Imigrasi Juanda Perkuat Akses Layanan Keimigrasian Lewat Beranda Imigrasi
28 Oktober 2026
Polisi Angkut Karimun AE 1198 RR dari Rumah Orang Tua Dwi Bagus, Terkait Kasus Pembunuhan Ibu-Anak?
28 Oktober 2026
Keluarga Dini Tuntut Hukuman Mati Dwi Bagus, Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun
28 Oktober 2026
Awal Pembunuhan Sadis Dwi Bagus: 2 Istri Butuh Ditemani di Hari yang Sama
28 Oktober 2026
Usai Bunuh Ibu-Anak, Dwi Bagus Beli Mesin Penggiling secara COD
28 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Polisi Angkut Karimun AE 1198 RR dari Rumah Orang Tua Dwi Bagus, Terkait Kasus Pembunuhan Ibu-Anak?
28 Oktober 2026
Keluarga Dini Tuntut Hukuman Mati Dwi Bagus, Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun
28 Oktober 2026
Awal Pembunuhan Sadis Dwi Bagus: 2 Istri Butuh Ditemani di Hari yang Sama
28 Oktober 2026
Usai Bunuh Ibu-Anak, Dwi Bagus Beli Mesin Penggiling secara COD
28 Oktober 2026

Baca Berita Lainnya:

Jajaran petugas Imigrasi Juanda bersama jajaran perwakilan Forkopimda Surabaya me-launching Beranda Imigrasi BG Junction.
Headlines

Identitas Diseragamkan, Imigrasi Juanda Perkuat Akses Layanan Keimigrasian Lewat Beranda Imigrasi

Hukum

Polisi Angkut Karimun AE 1198 RR dari Rumah Orang Tua Dwi Bagus, Terkait Kasus Pembunuhan Ibu-Anak?

Hukum

Keluarga Dini Tuntut Hukuman Mati Dwi Bagus, Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun

Hukum

Awal Pembunuhan Sadis Dwi Bagus: 2 Istri Butuh Ditemani di Hari yang Sama

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?