MADIUN, Memoindonesia.co.id – Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan berencana terhadap istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anaknya, AGF (4), menangis hingga bersimpuh di hadapan istri sahnya, Marta, setelah menerima pesan darinya seusai prarekonstruksi di rumahnya, Madiun, Jawa Timur, Kamis 29 Oktober 2026.
Momen pertemuan emosional tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, Marta terlihat berbicara kepada Dwi Bagus hingga membuat pria tersebut bersimpuh dan menangis di hadapannya.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengungkapkan isi pesan Marta yang disampaikan secara emosional.
Menurut Jumhur, pesan tersebut berisi penguatan sekaligus dorongan agar Dwi Bagus menerima konsekuensi dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Intinya, ‘Sudah, semua sudah terjadi, terima aja, sabar, banyakin salat’. Jadi gitu aja, menguatkanlah gitu,” kata Jumhur, Kamis 29 Oktober 2026.
Pesan tersebut membuat Dwi Bagus langsung menangis dan bersimpuh untuk meminta maaf kepada Marta.
“Bagus ya nangis waktu itu, minta maaf dia sama istrinya,” ungkap Jumhur.
Pertemuan itu berlangsung setelah prarekonstruksi kasus pembunuhan Dini dan AGF di rumah Dwi Bagus, kawasan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Dwi Bagus ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Dini dan anaknya. Kasus tersebut kini ditangani Polda Jatim. HUM/GIT

