MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Nyamuk Terasa Makin Banyak saat Kemarau, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya

Publisher: Redaktur 20 Agustus 2026 2 Min Read
Share
Ilustrasi
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Warga mengeluhkan nyamuk terasa semakin banyak dan mengganggu waktu istirahat pada malam hari, kondisi yang menurut peneliti BRIN dipengaruhi sejumlah faktor saat musim kemarau, Kamis 20 Agustus 2026.

Keluhan tersebut banyak disampaikan warga melalui media sosial, terutama mereka yang tinggal di wilayah Jabodetabek.

Peneliti entomologi atau ilmu serangga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Awit Suwito mengatakan terdapat sejumlah faktor yang dapat menjelaskan fenomena tersebut.

Menurutnya, salah satu faktor berkaitan dengan meningkatnya suhu lingkungan saat memasuki musim kemarau.

“Mengapa populasi nyamuk pada musim kemarau (lebih tepatnya akhir kemarau dan awal musim hujan) rasanya lebih meningkat? Ini berkaitan dengan beberapa faktor. Faktor pertama, suhu lingkungan yang meningkat menjadikan waktu siklus hidup nyamuk semakin pendek,” kata Awit saat dihubungi, Kamis 20 Agustus 2026.

Baca Juga:  Peneliti BRIN Prediksi Awal Ramadan 2026 Berbeda karena Hilal Global dan Lokal

Awit mengatakan, saat musim kemarau, ketersediaan genangan air di luar rumah menjadi lebih sedikit.

Genangan air tersebut diketahui menjadi tempat perindukan nyamuk.

Berkurangnya genangan air di luar rumah membuat nyamuk berpindah ke area dalam rumah.

“Sehingga nyamuk, terutama nyamuk Aedes aegypti, yang lebih menyukai habitat air jernih, akan terpusat pada tempat-tempat air yang ada di dalam atau sekitar rumah, seperti bak mandi, kolam, tempat minuman hewan peliharaan, dan lain-lain,” tutur Awit.

Selain itu, Awit menjelaskan telur nyamuk mampu bertahan dalam kondisi kering.

Kondisi tersebut membuat siklus hidup nyamuk tetap dapat bertahan ketika cuaca di Indonesia memasuki musim kemarau.

Baca Juga:  Prakiraan Awal Puasa Ramadan 2026 Menurut Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN

Telur nyamuk juga dapat bertahan hingga memasuki musim hujan ketika genangan air di luar rumah mulai kembali bermunculan.

“Telur nyamuk tahan akan kondisi kering sehingga, bila memasuki awal musim hujan, menciptakan genangan-genangan air yang memungkinkan telur tersebut melanjutkan siklus hidupnya. Sehingga seolah-olah penambahan populasi nyamuk makin tinggi dan serempak,” tutur Awit. HUM/GIT

TAGGED: Awit Suwito, BRIN, entomologi, genangan air, Jabodetabek, musim hujan, musim kemarau, nyamuk, nyamuk Aedes, nyamuk rumah, populasi nyamuk, telur nyamuk
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Kakanwil BPN Jatim, Muhammad Naim bersama jajaran hadir dalam rapat koordinasi dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
BPN Jawa Timur Perkuat Pengamanan Aset Pemkot Surabaya, Tanah Pagesangan Jadi Sorotan
9 Oktober 2026
Kemendikdasmen Buka Dasar Penyetaraan Pendidikan Gibran Setara SMK
9 Oktober 2026
Aqib Tewas Usai Diduga Dirundung, Mendikdasmen: Santunan Tak Cukup!
9 Oktober 2026
Menhan Sjafrie Dorong Karyawan BUMN dan Swasta Gabung Komcad
9 Oktober 2026
Markas Judol di KPAD Cijantung, TNI Buka Peluang Periksa Perwira AD
9 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kemendikdasmen Buka Dasar Penyetaraan Pendidikan Gibran Setara SMK
9 Oktober 2026
Aqib Tewas Usai Diduga Dirundung, Mendikdasmen: Santunan Tak Cukup!
9 Oktober 2026
Menhan Sjafrie Dorong Karyawan BUMN dan Swasta Gabung Komcad
9 Oktober 2026
Markas Judol di KPAD Cijantung, TNI Buka Peluang Periksa Perwira AD
9 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Kemendikdasmen Buka Dasar Penyetaraan Pendidikan Gibran Setara SMK

Hukum

Aqib Tewas Usai Diduga Dirundung, Mendikdasmen: Santunan Tak Cukup!

Nasional

Menhan Sjafrie Dorong Karyawan BUMN dan Swasta Gabung Komcad

Hukum

Markas Judol di KPAD Cijantung, TNI Buka Peluang Periksa Perwira AD

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?