JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap mantan Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto menggunakan uang hasil pemerasan izin tenaga kerja asing untuk membeli mobil meski telah pensiun, Sabtu 17 Januari 2025.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut salah satu aliran dana hasil pemerasan izin TKA digunakan untuk membeli kendaraan roda empat.
“Di antaranya kendaraan roda empat,” kata Budi Prasetyo kepada wartawan.
Selain itu, KPK menjelaskan uang hasil pemerasan izin TKA tersebut ditampung di rekening milik kerabat Hery Sudarmanto sebelum digunakan untuk membeli mobil.
“Dari uang yang ditampung di rekening kerabatnya tersebut, ada yang digunakan untuk membeli mobil Toyota Innova Reborn Zenix tahun 2024,” ujar Budi.
Sementara itu, KPK menegaskan uang yang digunakan untuk membeli mobil tersebut berasal dari agen tenaga kerja asing dan telah disita penyidik.
“Uangnya berasal dari agen TKA juga. Saat ini mobilnya juga sudah disita penyidik,” imbuhnya.
KPK sebelumnya mengungkap Hery Sudarmanto masih menerima uang dari agen TKA meski telah pensiun dari Kementerian Ketenagakerjaan. Penyidik kini mendalami peran Hery setelah tidak lagi menjabat.
“Penyidik tentu mendalami ihwal mengapa HS masih terima uang dari para agen TKA meskipun sudah pensiun,” kata Budi Prasetyo.
Meski demikian, Budi menyebut Hery masih memiliki pengaruh dalam proses penerbitan dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Kemnaker.
“Bagaimana peran yang dilakukannya walaupun sudah tidak aktif lagi sebagai pegawai, namun masih punya pengaruh dalam proses penerbitan dokumen RPTKA di Kemenaker,” sebutnya.
Kasus dugaan korupsi di Kemnaker yang diusut KPK berkaitan dengan pemerasan dalam pengurusan izin penggunaan TKA sepanjang 2019 hingga 2023 dengan total uang yang terkumpul mencapai Rp 53 miliar.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan sembilan orang tersangka yang diduga merupakan pejabat dan mantan pejabat di lingkungan Kemnaker, termasuk Hery Sudarmanto. Sembilan orang tersangka itu detailnya:
1. Gatot Widiartono, Koordinator Analisis dan Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) tahun 2021-2025.
2. Putri Citra Wahyoe, Petugas Hotline RPTKA periode 2019-2024 dan Verifikator Pengesahan RPTKA pada Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) tahun 2024-2025.
3. Jamal Shodiqin, Analis TU Direktorat PPTKA tahun 2019-2024 yang juga Pengantar Kerja Ahli Pertama Direktorat PPTKA tahun 2024-2025.
4. Alfa Eshad, Pengantar Kerja Ahli Muda Kemnaker tahun 2018-2025.
5. Suhartono, Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker tahun 2020-2023.
6. Haryanto, Direktur PPTKA tahun 2019-2024 yang juga Dirjen Binapenta dan PKK tahun 2024-2025 dan kini menjabat Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Internasional.
7. Wisnu Pramono, Direktur PPTKA tahun 2017-2019.
8. Devi Angraeni, Direktur PPTKA tahun 2024-2025.
9. Hery Sudarmanto, Sekjen Kemnaker periode 2017-2018. HUM/GIT


