JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Pebalap Indonesia Aldi Satya Mahendra berpeluang naik ke kelas Moto2 pada 2028.
Yamaha Motor Racing memandang Aldi sebagai pebalap penting, sementara Yamaha Indonesia menargetkan prestasinya menembus tiga besar World Supersport pada 2027.
Managing Director Yamaha Motor Racing Paolo Pavesio menyebut Aldi sebagai salah satu pebalap yang memiliki arti penting bagi Yamaha.
Aldi saat ini berkompetisi di World Supersport setelah sebelumnya menjuarai World Supersport 300 pada 2024.
“Untuk saat ini, seperti yang Anda tahu, Aldi adalah pembalap yang sangat berarti buat Yamaha. Dia adalah juara dunia pertama Indonesia. Kami telah mempromosikannya ke Supersport, yang memang dia layak dipromosikan ke Supersport. Saya suka dia terus berkembang, untuk menjadi lebih profesional dan menunjukkan kecepatan. Dan saya pikir dia masih muda,” kata Paolo saat ditemui di sela-sela Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Paolo juga menyampaikan bahwa Yamaha akan menggelar program balap junior tingkat regional untuk membuka kesempatan bagi pebalap muda, termasuk dari Indonesia, menembus kejuaraan dunia.
“Mungkin pembalap Indonesia berikutnya yang sekarang umurnya 14 tahun, 13 tahun, dia akan menjadi orang yang memulai Moto3,” katanya.
Sementara itu, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Wahyu Rusmayadi mengatakan, Aldi menunjukkan perkembangan positif di World Supersport.
Saat ini, pebalap asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut bersaing di posisi 10 besar.
“Jadi harapannya dengan Aldi bisa lebih baik di tahun depan, targetnya adalah bisa top three championship sehingga mulai dari free practice, kemudian persiapan kita, kemudian program, itu bisa mendukung Aldi untuk bisa step up ke Moto2,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, musim 2027 menjadi periode penting bagi Aldi untuk membuktikan kemampuannya bersaing di papan atas sebelum berpeluang naik ke Moto2 pada 2028.
“Tahun 2027 targetnya harus bisa jadi podium atau winner contender lah ya (di World Supersport). Sehingga dari situ, jadi punya potensi besar sebagai Indonesian hero, masuk ke dalam Moto2 tuh dengan prestasi langsung, ada di let’s say di top three,” sebut Wahyu.
Ia juga menilai perubahan konfigurasi mesin di kelas MotoGP dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun program pengembangan Aldi menuju jenjang balap berikutnya.
“Juga karena ada perubahan konfigurasi mesin dari mulai Moto3, kemudian Moto2, lalu MotoGP itu adalah timing yang bagus. Karena dengan motor MotoGP yang hanya 850 cc, Aldi yang terbiasa dengan 900 cc, artinya sudah punya modal, sehingga nanti tinggal bagaimana formulanya ataupun programnya yang bisa nanti step up lagi ke MotoGP,” pungkas Wahyu.
Dengan target tersebut, Yamaha berharap Aldi mampu meningkatkan prestasi di World Supersport sebelum melangkah ke kelas Moto2.
Program balap junior regional juga diharapkan membuka jalan bagi generasi pebalap Indonesia berikutnya untuk bersaing di kejuaraan dunia. HUM/GIT


