MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Tangis Haru Sambut Kedatangan Jenazah Fairuz, Santri Al-Khoziny Asal Tulangan

Publisher: Redaktur 16 Oktober 2025 2 Min Read
Share
Jenazah Fairuz, santri Al-Khoziny asal Tulangan Sidoarjo, tiba di rumah duka disambut tangis haru.
Ad imageAd image

SIDOARJO, Memoindonesia.co.id – Suasana duka menyelimuti Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Warga berduyun-duyun mendatangi rumah duka untuk menyambut kedatangan jenazah Fairuz Shirojuddin (16), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny yang menjadi korban meninggal akibat runtuhnya bangunan pesantren tersebut.

Jenazah Fairuz tiba di rumah duka pada Rabu 16 Oktober 2025 malam sekitar pukul 21.00 WIB, setelah sebelumnya menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Tangis haru pecah saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans. Keluarga, kerabat, dan tetangga tidak kuasa menahan air mata.

Fairuz merupakan anak kedua dari pasangan Sukirman (60) dan Febri (40), warga Jalan Singajaya, RT 001, RW 001, Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan. Ia memiliki saudara kembar bernama Fairocha (16) yang kini duduk di bangku SMK Negeri 2 Krian.

Baca Juga:  Evakuasi 7 Kantong Jenazah, Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Meninggal 52 Orang

Kakak kandung almarhum, Wahyu Ilham Permadani, menyampaikan bahwa Fairuz dikenal sebagai anak yang rajin beribadah dan memiliki keinginan kuat untuk menimba ilmu agama di Ponpes Al-Khoziny.

“Dia itu kembar. Nomor satu yang meninggal, adiknya yang nomor dua,” ujar Wahyu saat ditemui di rumah duka, Rabu 15 Oktober 2025.

Wahyu menambahkan, Fairuz sudah menjadi santri Al-Khoziny sejak lulus SD. “Keinginannya sendiri mondok di sana. Sekarang kelas 2 SMA. Waktu terakhir pulang itu pas Maulid Nabi, awal September,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Meski keluarga sangat terpukul, mereka berusaha ikhlas menerima kepergian Fairuz sebagai takdir Allah SWT. Dukungan moral dari keluarga besar dan warga sekitar terus berdatangan di rumah duka maupun di pemakaman umum Desa Singopadu. HUM/GIT

Baca Juga:  Santri Ungkap Tradisi Hukuman Ngecor di Ponpes Al Khoziny yang Ambruk
TAGGED: Fairocha, Fairuz Shirojuddin, Ponpes Al Khoziny, Ponpes Al Khoziny ambruk, Santri Al-Khoziny, Tulangan Sidoarjo
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

KPK Geledah Dinkes Madiun, Uang Tunai dan Dokumen Disita
8 Oktober 2026
KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut
8 Oktober 2026
Bivitri Susanti soal Putusan MK Gibran: Bola Panas Dilempar ke Sejumlah Pihak
8 Oktober 2026
MK Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran, tapi Tak Bisa Diskualifikasi
8 Oktober 2026
Nusron Wahid Absen Diperiksa KPK, Ketua KPK Soroti Soal Atur Waktu
8 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Geledah Dinkes Madiun, Uang Tunai dan Dokumen Disita
8 Oktober 2026
KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut
8 Oktober 2026
Bivitri Susanti soal Putusan MK Gibran: Bola Panas Dilempar ke Sejumlah Pihak
8 Oktober 2026
MK Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran, tapi Tak Bisa Diskualifikasi
8 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

KPK Geledah Dinkes Madiun, Uang Tunai dan Dokumen Disita

Korupsi

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Hukum

Bivitri Susanti soal Putusan MK Gibran: Bola Panas Dilempar ke Sejumlah Pihak

Nasional

MK Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran, tapi Tak Bisa Diskualifikasi

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?